inventori.co.id – Gelombang protes masif bertajuk ‘National Shutdown’ yang melanda Amerika Serikat pada Jumat (30/1/2026) waktu setempat, mulai berdampak signifikan terhadap sektor bisnis dan operasional logistik.
Aksi mogok massal ini mengakibatkan gangguan rantai pasok di beberapa pusat ekonomi utama, menyusul penutupan paksa maupun sukarela oleh pemilik usaha sebagai bentuk solidaritas.
Kelumpuhan Bisnis di Kota Utama
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa seruan untuk berhenti bekerja, bersekolah, dan berbelanja direspons luas oleh masyarakat.
Di San Francisco Bay Area, puluhan unit usaha mulai dari restoran hingga toko buku independen memilih untuk menghentikan operasional mereka (shutdown).
Langkah serupa terlihat di Minneapolis dan Los Angeles, di mana ribuan massa memadati koridor utama kota, menghambat akses pengiriman barang dan mobilitas pekerja.
Penutupan bisnis ini dipicu oleh kemarahan publik atas insiden penembakan warga sipil, Renee Good dan Alex Pretti, oleh agen federal dalam operasi penegakan hukum imigrasi (ICE).
Gangguan Operasional di Kawasan Federal
Kericuhan paling hebat pecah di pusat kota Los Angeles, tepatnya di sekitar Gedung Federal Edward R. Roybal.
Area yang merupakan titik vital administrasi dan bisnis tersebut lumpuh total setelah polisi menggunakan gas air mata dan perangkat flash-bang untuk menghalau demonstran.
Situasi ini memaksa banyak perusahaan di sekitar lokasi untuk mengevakuasi karyawan dan menghentikan seluruh aktivitas distribusi guna menghindari kerusakan aset akibat bentrokan fisik yang terjadi antara demonstran dan aparat.
Tensi Politik dan Ketidakpastian Pasar
Ketidakstabilan di lapangan merembet ke ranah kebijakan nasional. Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, kini menghadapi ancaman pemakzulan dari DPR AS jika Presiden Donald Trump tidak segera mengambil tindakan tegas.
Presiden Trump sendiri melalui platform Truth Social membela habis-habisan kebijakan Noem dan menyebut para demonstran sebagai “agigator” yang mengganggu stabilitas nasional.
Namun, bagi para pelaku usaha, ketegangan ini menambah ketidakpastian iklim bisnis, terutama terkait kelancaran operasional di pelabuhan dan pusat distribusi di wilayah terdampak.
Prediksi Akhir Pekan
Penyelenggara aksi menyatakan bahwa National Shutdown akan terus berlanjut hingga akhir pekan.
Hal ini diprediksi akan memperluas dampak kerugian pada sektor ritel dan jasa di kota-kota besar lainnya seperti New York, Chicago, dan San Diego.
Para pelaku industri logistik diimbau untuk memantau rute distribusi guna menghindari titik-titik konsentrasi massa.

