Benarkah Infrastruktur Greenland Terancam Rusia-China? Ini Jawaban Resmi Komisaris Uni Eropa

0
Apostolos Tzitzikostas. /Foto: Instagram @atzitzikostas

inventori.co.id – Isu keamanan aset strategis di wilayah Arktik kembali menjadi sorotan global.

Namun, Komisaris Transportasi Uni Eropa, Apostolos Tzitzikostas menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan bukti adanya ancaman invasi atau sabotase asing terhadap Greenland, meskipun aktivitas ekonomi Rusia dan China meningkat di wilayah tersebut.

Pernyataan ini muncul menyusul kekhawatiran yang dilontarkan sejumlah pihak di Amerika Serikat terkait lemahnya pertahanan infrastruktur di Greenland. Namun, Uni Eropa justru memandang stabilitas wilayah utara masih terjaga dengan baik.

Investasi Asing dan Risiko Keamanan

Salah satu poin krusial yang ditegaskan Tzitzikostas adalah mengenai keterlibatan perusahaan China dalam proyek infrastruktur di Eropa. Dia menyatakan bahwa partisipasi modal asing dalam pembangunan adalah hal yang lazim terjadi di seluruh blok Uni Eropa.

“Kami tidak melihat intelijen yang menunjukkan Greenland ditargetkan untuk invasi. Investasi asing pada infrastruktur adalah bagian dari dinamika ekonomi global dan tidak otomatis menjadi ancaman keamanan,” ungkapnya dalam wawancara dengan Euractiv, seperti dikutip Russia Today pada Sabtu (31/1/2026).

Sebelumnya, beberapa proyek pertambangan di Greenland yang melibatkan perusahaan China sempat mengalami kendala regulasi dari otoritas Denmark. Namun, hal ini dipandang sebagai mekanisme kontrol administratif rutin, bukan indikasi adanya ancaman militer mendesak.

Manajemen Aset Strategis di Arktik

Meski situasi dinilai kondusif, Uni Eropa tetap memperkuat inventaris alat pertahanan mereka di wilayah kutub.

Komisi Eropa telah mengusulkan paket keamanan Arktik yang mencakup pengadaan kapal pemecah es (icebreaker) baru untuk memperkuat pengawasan jalur logistik laut.

Di sisi lain, NATO melalui Sekjen Mark Rutte menegaskan bahwa manajemen keamanan di Greenland harus tetap berada di bawah kerangka pertahanan kolektif, tanpa perlu mengubah status kedaulatan wilayah yang saat ini berada di bawah Denmark.

Fokus pada Stabilitas Ekonomi

Analisis pasar terbaru menunjukkan bahwa Rusia memang memperluas kehadiran fisik di Arktik dan China terus mengejar kepentingan ekonomi.

Akan tetapi, tidak ada data yang mendukung klaim bahwa Greenland akan menjadi medan tempur dalam waktu dekat.

Bagi para pelaku industri dan manajemen aset, stabilitas Greenland memastikan jalur perdagangan dan eksplorasi sumber daya di wilayah tersebut tetap berada dalam koridor hukum internasional yang aman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here