Strategi Jitu Mourinho: Benfica Tundukkan Real Madrid 4-2 dan Melaju ke Play-off

0
Kiper Benfica turut menyumbangkan gol terakhir dalam kemenangan 4-2 atas Real Madrid di Liga Champions 2025/2026. /Foto: Instagram @slbenfica

LISBON, inventori.co.id – Jose Mourinho kembali membuktikan kelasnya sebagai salah satu peracik strategi terbaik dunia.

Dalam laga lanjutan Liga Champions yang berlangsung Kamis (29/1/2026) dini hari WIB di Lisbon, tim asuhannya, Benfica sukses menumbangkan Real Madrid dengan skor meyakinkan 4-2.

Kemenangan ini tidak hanya memastikan tiket Benfica ke babak play-off, tetapi juga menunjukkan efektivitas kolektivitas tim dalam meredam agresivitas individu pemain bintang Los Blancos.

Efisiensi Kolektif Melawan Dominasi Individu

Real Madrid sebenarnya tampil tajam melalui aksi Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis tersebut sukses memaksimalkan dua peluang menjadi dua gol.

Namun, Jose Mourinho menekankan bahwa kekuatan timnya terletak pada pembangunan mentalitas dan kerja sama unit, bukan pada individu.

“Kami sedang membangun sebuah tim. Anda tidak bisa melakukannya secara individual. Sangat membanggakan bisa mengalahkan Real Madrid, terutama mengingat sejarah panjang klub ini di kompetisi Eropa,” ujar Mourinho sebagaimana dilansir Diario AS.

Drama Menit 98 dan Profesionalisme Arbeloa

Pertandingan mencapai tensi tertinggi pada masa injury time. Gol keempat Benfica pada menit ke-98 memastikan kemenangan mutlak bagi tuan rumah. Jose Mourinho tertangkap kamera melakukan selebrasi emosional di pinggir lapangan—sebuah aksi yang kemudian ia klarifikasi sebagai bentuk spontanitas.

Menariknya, Mourinho sempat meminta maaf kepada pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, yang merupakan mantan anak asuhnya.

“Alvaro adalah orang bola dan dia mengerti. Di momen seperti itu, Anda lupa segalanya. Dia bilang kepada saya untuk tidak khawatir,” ungkap pelatih berusia 63 tahun tersebut, menunjukkan sisi sportivitas yang tinggi di antara kedua juru taktik.

Persiapan Menuju Babak Berikutnya

Menatap babak play-off, Benfica berpeluang menghadapi tantangan yang lebih berat, yakni kemungkinan kembali bertemu Real Madrid atau Inter Milan dalam format dua leg.

Mourinho tetap realistis namun optimistis dengan perkembangan skuatnya.

“Real Madrid dan Inter adalah kandidat juara. Kami bukan, tapi kami kompetitif. Kami telah membuktikannya saat melawan Chelsea, Juve, dan sekarang Madrid. Sepak bola adalah tentang kompetisi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here