SAN FRANCISCO, inventori.co.id – Raksasa thrash metal asal San Francisco Bay Area, Exodus kembali menggebrak panggung musik dunia.
Mereka resmi mengumumkan bakal merilis album studio ke-12 bertajuk “Goliath” pada 20 Maret 2026 mendatang di bawah bendera Napalm Records.
Sebagai sinyal awal, band yang digawangi Gary Holt ini melepas single pembuka berjudul “3111”.
Namun, ada kabar mengejutkan di balik peluncuran ini. Ya, video musik resmi lagu tersebut dikabarkan terlalu brutal sehingga ditolak oleh platform YouTube.
Tragedi Berdarah di Balik Angka “3111”
Lagu “3111” bukan sekadar lagu cadas tanpa makna. Exodus mengangkat isu sosial yang kelam, yakni pembantaian kartel narkoba di Juarez, Meksiko.
Angka 3111 sendiri merupakan estimasi jumlah korban pembunuhan yang terjadi di wilayah tersebut sepanjang tahun 2010.
“Kami memutuskan untuk tampil beringas sejak single pertama. Video resminya terlalu brutal untuk YouTube dan aksesnya ditolak. Kami akan merilisnya secara utuh di waktu dan tempat yang berbeda nanti,” ungkap pihak band dalam pernyataan resminya dikutip dari Blabber Mouth, Rabu (21/1/2026).
Kembalinya Rob Dukes: Performa Seumur Hidup
Poin utama yang membuat album “Goliath” ini istimewa adalah kembalinya Rob Dukes di posisi vokalis. Dukes, yang mengisi kekosongan vokal Exodus pada medio 2005 hingga 2014, kembali memberikan nyawa pada 10 trek terbaru mereka.
Bukan sekadar reuni, band menyebut performa Dukes di album ini sebagai “performa terbaik sepanjang kariernya”. Selain itu, album ini menjadi karya paling kolaboratif dalam sejarah 40 tahun lebih perjalanan Exodus.
-
Kolaborasi Musisi: Menampilkan Peter Tägtgren (Hypocrisy, Pain) sebagai tamu vokal.
-
Sentuhan Unik: Kehadiran pemain biola Katie Jacoby yang memberikan dimensi magis pada title track “Goliath”.
-
Kreativitas Kolektif: Lirik dan lagu ditulis bersama oleh Lee Altus, Gary Holt, Rob Dukes, hingga Tom Hunting.
Evolusi Thrash Metal yang Menolak Tua
Diproduseri langsung oleh personel Exodus dan dipoles melalui tangan dingin Mark Lewis (mixing/mastering), “Goliath” membawa semangat otentik yang pernah mereka tancapkan lewat album legendaris Bonded By Blood pada 1985 silam.
Meski empat dekade telah berlalu, Exodus membuktikan mereka menolak untuk “bermain aman” atau terjebak dalam mediokritas.
Trek seperti “Summon Of The God Unknown” yang berdurasi hampir 8 menit hingga lagu penutup yang gila, “The Dirtiest Of The Dozen“, menunjukkan kematangan musikalitas yang kian presisi.
“Apakah kami bersemangat dengan album ini? Itu sebuah pernyataan yang merendah. Kami memberikan segalanya untuk rekaman ini. Saatnya melepaskan monster ini ke dunia!” tutup Exodus.

