JAKARTA, inventori.co.id – Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama event olahraga internasional.
FIFA secara resmi menunjuk Indonesia sebagai salah satu tuan rumah FIFA Series 2026 yang akan dihelat pada jendela pertandingan internasional Maret mendatang.
Berpusat di Jakarta, ajang ini menjadi bukti nyata pengakuan dunia atas kesiapan infrastruktur dan manajemen sepak bola nasional.
FIFA Series merupakan turnamen dwitahunan yang mempertemukan negara-negara lintas konfederasi.
Penunjukan Indonesia kali ini sangat prestisius, mengingat Indonesia masuk dalam daftar 11 negara penyelenggara terpilih, bersanding dengan negara-negara seperti Australia, Brasil, dan Selandia Baru.
Panggung Transformasi Timnas di Bawah John Herdman
Sorotan utama dalam FIFA Series 2026 di Jakarta adalah debut John Herdman di kursi pelatih Skuat Garuda.
Pelatih asal Inggris yang resmi diperkenalkan pada 13 Januari 2026 ini akan langsung diuji kemampuannya dalam meramu taktik melawan gaya bermain yang sangat beragam.
Turnamen ini menghadirkan komposisi lawan dari tiga konfederasi berbeda:
-
Bulgaria (UEFA): Mewakili kekuatan Eropa (Peringkat 88 FIFA).
-
Kepulauan Solomon (OFC): Wakil dari Oseania (152).
-
St. Kitts and Nevis (CONCACAF): Wakil dari Amerika Tengah/Karibia (154).
Pertemuan dengan lawan-lawan lintas benua ini dipandang sebagai instrumen penting untuk memetakan kualitas teknis pemain Indonesia (122) agar lebih terbiasa dengan standar permainan global.
Inisiatif Global FIFA: 48 Negara dalam 12 Grup
Proyek FIFA Series 2026 melibatkan hampir 25% dari total asosiasi anggota FIFA di seluruh dunia. Sebanyak 48 tim nasional akan berpartisipasi, yang terbagi ke dalam 12 grup.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah memberikan platform kompetitif bagi tim nasional yang jarang memiliki kesempatan bertanding di luar konfederasi mereka.
Bagi PSSI, ajang ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun mentalitas tim yang tangguh.
Melalui keterlibatan aktif sebagai tuan rumah, Indonesia tidak hanya mengejar kenaikan peringkat FIFA, tetapi juga memperkuat reputasi dalam mengelola turnamen berskala masif yang melibatkan delegasi dari berbagai belahan dunia.
Kehadiran tim-tim seperti Bulgaria di Jakarta diharapkan menjadi stimulus bagi perkembangan industri sepakbola Tanah Air, sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan Indonesia dalam menyongsong target-target besar di kancah internasional pada masa mendatang.

