Datang dengan Harapan Besar, Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid Lebih Cepat

0

MADRID – Tak ada ampun bagi kegagalan di Santiago Bernabeu. Hanya berselang 12 jam setelah dipermalukan Barcelona di final Piala Super Spanyol, Real Madrid secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih mereka, Xabi Alonso, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB.

Keputusan ini tergolong brutal mengingat Alonso baru menjabat selama 232 hari. Namun, kekalahan telak di partai puncak dari rival abadi tampaknya menjadi “dosa” yang tak termaafkan bagi manajemen Los Blancos.

Kesepakatan di Balik Pintu

Meskipun pengumuman resmi menyebutkan perpisahan ini terjadi atas “kesepakatan bersama”, banyak pihak meyakini bahwa petinggi klub sudah kehilangan kepercayaan pada visi taktik Alonso.

Kegagalan di Piala Dunia Antarklub dan posisi Madrid yang masih tertinggal 4 poin di La Liga menjadi akumulasi yang meledak usai kekalahan di final kemarin.

“Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya, ia adalah legenda yang mewujudkan nilai-nilai klub kami,” tulis pernyataan resmi klub, seolah ingin memperhalus kabar pemecatan sang maestro.

Catatan Hitam Lawan Tim Elite

Secara statistik, Alonso sebenarnya mencatatkan 24 kemenangan dari 34 laga. Namun, penyakit kronis Madrid musim ini adalah “demam panggung” saat bertemu tim besar.

Kekalahan memalukan 0-4 dari PSG dan hancurnya pertahanan El Real saat ditekuk Atletico Madrid 2-5 disinyalir menjadi alasan utama Florentino Perez memilih untuk memutus kontrak lebih awal.

Arbeloa: Orang Kepercayaan Perez Ambil Alih

Tanpa jeda lama, Madrid langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai nakhoda baru. Arbeloa bukan orang asing; ia adalah pelatih tim Castilla yang dikenal memiliki hubungan sangat erat dengan Presiden Florentino Perez.

Naiknya Arbeloa menjadi pelatih tim utama (setidaknya hingga akhir musim) dipandang sebagai langkah darurat untuk memulihkan mentalitas juara yang runtuh. Tantangan pertamanya adalah membawa Madrid merangkak naik di tabel klasemen Liga Champions dan mengejar ketertinggalan poin dari Barcelona di liga domestik.

Apakah Arbeloa akan menjadi solusi permanen atau sekadar “pemadam kebakaran” di tengah musim yang membara? Publik Bernabeu kini menanti tuah sang mantan bek tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here