DUMAI, inventori.co.id — Dewan Kesenian Dumai akan menggelar sebuah perhelatan seni dan budaya bertajuk “Palagan Marwah Pemajuan Budaya Melayu”.
Kegiatan yang merupakan upaya memperkuat identitas budaya lokal dan membangun ruang refleksi kreatif ini bakal digelar di Gedung Sri Bunga Tanjung, Dumai, pada Senin, 29 Desember 2025 mulai pukul 13.30 WIB.
Beragam kegiatan disajikan dalam acara ini, seperti Monolog “Malayculla” oleh Tyas AG yang bakal menyajikan narasi dramatik yang menggugah kesadaran akan akar budaya Melayu.
Ada juga pembacaan puisi oleh para penyair lokal dan nasional seperti Edi Ahmad, RM, Assay Malay, Candra Lingga, Acha Suhada, Muzni, S.Pd., M.Pd., Nurul, dan lainnya, yang akan menyuarakan keresahan, harapan, dan semangat kebudayaan dalam bait-bait puitis.
Tidak ketinggalan “Milestone Dumai: Tahun 1836 Tapak Dumai Bermula” yang disajikan M. Nasir Tahar, mengajak publik menelusuri jejak sejarah kota Dumai sebagai titik awal peradaban Melayu modern.
Dalam sesi kontemplatif bertajuk “Di Pertigaan Sejarah: Destiny, Keriangan Kreatif dan Masyarakat Epistemi”, Prof. Dr. Yusmar Yusuf, M.Phil. akan mengajak audiens merenungi posisi budaya Melayu dalam lanskap global dan tantangan epistemologis masa kini.
Tentunya acara ini terasa kurang lengkap dengan kehadiran Agoes S. Alam.
Ketua DKD yang baru saja dilantik itu akan menyampaikan Pidato Kebudayaan yang menegaskan pentingnya palagan marwah, arena perjuangan nilai dan martabat budaya Melayu, sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa.

