Mengejutkan! Raja 5 Divisi Terence Crawford Gantung Sarung Tinju: Tak Ada Lagi yang Perlu Dibuktikan

0

JAKARTA, inventori.co.id – Dunia tinju internasional dikejutkan dengan keputusan besar dari salah satu petarung pound-for-pound terbaik di era modern.

Ya, Terence “Bud” Crawford, raja kelas welter tak terbantahkan, akhirnya memilih untuk gantung sarung tinju.

Keputusan ini diambil Crawford (42-0, 31KO) tepat setelah dia mengukir sejarah baru sebagai juara dunia di lima divisi berbeda.

Langkah ini menempatkan namanya di jajaran elite petarung yang berhasil keluar sebagai pemenang di puncak karier mereka.

Mengapa Pensiun Sekarang?

Banyak atlet kesulitan mengetahui kapan harus berhenti, namun Crawford tampaknya memiliki perhitungan yang presisi seperti gaya bertarungnya di ring.

Setelah menaklukkan divisi kelimanya, petarung asal Omaha, Nebraska, Amerika Serikat ini merasa tidak ada lagi “puncak” yang perlu didaki.

“Saya telah memberikan segalanya untuk olahraga ini. Menjadi juara di lima divisi adalah bukti kerja keras saya selama bertahun-tahun,” ungkap Crawford melalui sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya, Rabu (17/12/2025).

Rekam Jejak Sang Predator Ring

Perjalanan Crawford adalah definisi dari dominasi teknis. Berikut adalah beberapa poin penting dalam karier gemilangnya:

  • Dominasi Lima Divisi: Memulai dari kelas ringan hingga mencapai puncak di divisi kelima yang bersejarah.

  • Akurasi Mematikan: Dikenal karena kemampuan switch-hitting (berganti posisi tangan) yang membuat lawan frustrasi.

  • Mentalitas Juara: Tidak pernah menghindari lawan tangguh dan selalu menyelesaikan laga besar dengan performa klinis.

Warisan yang Ditinggalkan

Keputusan Crawford untuk pensiun saat di puncak (going out on top) jarang terjadi di dunia tinju, di mana banyak legenda sering kali bertahan terlalu lama hingga menelan kekalahan pahit di masa senja mereka.

Dengan pensiun sekarang, Crawford memastikan bahwa memori terakhir publik tentangnya adalah sosok juara yang tak tertandingi dan tak pernah tersentuh kekalahan.

Kepergiannya meninggalkan lubang besar di klasemen pound-for-pound, namun sekaligus membuka jalan bagi generasi baru untuk memperebutkan takhta yang ia tinggalkan.