Bisnis Restoran Singapura Lesu, Ini Potensi Indonesia untuk Mendulang

0

Jakarta, INVENTORI. CO. ID – Penjualan restoran di Singapura menurun: pada 2025, bagian “Food & Beverage (F&B) Services Index” menunjukkan bahwa penjualan restoran turun sekitar 6,6% (year-on-year) pada Maret dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.  Banyak restoran & outlet makanan tutup: rata-rata di 2025 ada sekitar 307 outlet makanan (restoran / kafe / food court / dst) yang tutup tiap bulan — termasuk dari resto kelas atas sampai warung makan biasa.

Bahkan restoran dengan reputasi tinggi pun terdampak: antara 2024–2025, sejumlah restoran berbintang (termasuk yang pernah mendapat bintang Michelin) tutup — menunjukkan bahwa tak hanya resto menengah ke bawah yang kena. Bahkan, banyak pula outlet baru pun gagal dan tutup dalam waktu relatif singkat: menurut data pemerintah, dari outlet-outlet yang tutup tahun ini, sebagian besar adalah yang baru berdiri dalam 5 tahun terakhir — dan 82% dari mereka dilaporkan “tidak pernah untung,” seperti dikutip dari The Business Times.

Faktor penyebab yang disebut berulang kali termasuk: biaya operasional yang tinggi (sewa, gaji pekerja, bahan baku), daya beli konsumen melemah, serta preferensi konsumen beralih ke opsi makan yang lebih murah (misalnya katering, fast food, food court) ketimbang makan di restoran mahal.

Dalam hal ini, tarif sewa gedung maupun toko di Singapura yang selangit membuat industri restoran makin kesulitan. Misalnya saja ruang “prime retail space” (mall/area ramai mencapai 350–1500 sq ft) — gross rent. Toko kecil (misalnya contoh listing 226 sq ft di area agak ramai).

Dampaknya fenomena warga Singapura yang berbelanja ke Malaysia. Termasuk pula pembelian bahan bakar (BBM) oleh warga Singapura di negara Malaysia cukup terjadi — terutama di wilayah perbatasan seperti Johor Bahru.

Fenomena warga Singapura lebih sering belanja, makan, hingga isi BBM di Malaysia membuka peluang strategis bagi Indonesia — terutama untuk wilayah yang dekat secara geografis seperti Batam, Bintan, Karimun, dan daerah pariwisata besar seperti Medan, Jakarta, Bali.

Sebenarnya ini menjadi peluang bagi dalam negeri. Misalnya menjadikan Batam dan Bintan sebagai “Johor Baru” versi Indonesia. Ini adalah langkah tercepat dan dampaknya paling besar. Caranya lewat Bangun zona belanja dan kuliner murah seperti di JB (Johor Bahru).. Laku memperbanyak area shopping street, pasar modern, dan kuliner malam. Rasanya juga perlu memberikan insentif penurunan sewa ruko bagi usaha F&B dan retail. Pemerintah juga perlu mempercepat pembangunan Batam–Bintan Bridge dan perluas pelabuhan ferry dari Singapura.

Selain itu, Indonesia bisa pula membangun paket wisata murah sekaligus paket wisata medis. Bila selama ini warga Indonesia kebanyakan menjadi pasien rumah sakit di Singapura, maka warga Singapura sendiri yang sebenarnya ‘ingin memilih’ biaya pengobatan lebih murah bisa mendapatkan alternatif melakukan perawatan medis di Indonesia.  Anomali memang!

Upaya ini perlu langkah kunci, beberapa di antaranya:

Perbanyak jam keberangkatan ferry.

Buka rute ferry baru (langsung dari Marina Bay / Changi ke Batam).

Sediakan imigrasi cepat untuk turis Singapura.

Perrbanyak penerbangan Singapura–Medan, Singapura–Belitung.

Selain itu, pemerintah daerah (pemda juga perlu membuat program yang bersinergi.

Berikut peluang yang paling realistis dan potensial:

⭐ 1. Menarik wisata belanja & kuliner dari Singapura

Jika Johor bisa menarik warga Singapura karena harga murah, Batam & Bintan bisa melakukan hal yang sama — bahkan lebih menarik dalam beberapa aspek:

Potensi:

Harga makanan & jasa jauh lebih murah daripada Singapura dan Malaysia.

Akses cepat: Batam hanya 45–60 menit dengan ferry dari Singapore.

Kawasan bebas bea (FTZ) Batam, Bintan, Karimun memungkinkan barang tertentu lebih murah.

Peluang konkret:

Mengembangkan Batam sebagai “shopping & culinary city” untuk turis Singapura.

Paket wisata khusus: “Weekend Shopping from Singapore”.

Memperluas ferry schedule & rute langsung dari Changi Ferry Terminal ke destinasi lain di Indonesia.

⭐ 2. Medical Tourism (Wisata Kesehatan)

Malaysia sudah menarik pasien dari Singapura karena biayanya lebih murah.

Indonesia dapat masuk ke pasar ini, terutama:

Batam (RS internasional di Sekupang sudah dikembangkan).

Medan (dekat dari Singapura via penerbangan singkat).

Jakarta & Bali (klinik spesialis berkualitas internasional).

Peluang:

Paket “Check-up + Wisata Singkat”.

Klinik spesialis (gigi, mata, kulit) dengan harga 30–50% lebih murah dari Singapura.

⭐ 3. Pengisian BBM & Servis Kendaraan (untuk pengunjung Singapura yang masuk ke Batam/Bintan)

Memang mobil Singapura tidak bisa bebas masuk ke Sumatera, tetapi ke Batam & Bintan bisa melalui ferry RORO khusus.

Peluang:

Menawarkan BBM murah, servis kendaraan, cuci mobil, hingga aksesoris kendaraan.

Paket “Car Weekend Trip from Singapore” seperti yang dilakukan Johor.

⭐ 4. Investasi F&B Singapura berpindah ke Indonesia

Karena:

Sewa restoran di Singapura sangat tinggi

Banyak restoran tutup

Omzet menurun

→ Pengusaha Singapura mencari lokasi yang lebih murah.

Peluang Indonesia:

Menarik franchise Singapura untuk buka di Batam, Bintan, Medan, dan Bali.

Mengembangkan area komersial dengan sewa jauh lebih rendah.

⭐ 5. Ekspansi bisnis ritel dan logistik

Warga Singapura tertarik belanja lebih murah di luar negeri → jalur logistik Indonesia jadi lebih hidup.

Peluang:

Gudang e-commerce dan logistik bisa pindah ke Batam (biaya 30–40% lebih murah dari Singapura).

Indonesia bisa jadi “back-end hub” bisnis Singapura.

⭐ 6. Pariwisata Kelas Menengah Singapura

Ketika biaya hidup Singapura naik, masyarakatnya mencari alternatif liburan murah.

Potensi Indonesia:

Paket low-cost ke Batam, Bintan, Tanjung Pinang.

Paket wisata alam murah seperti Belitung, Danau Toba, Lombok.

Wisata keluarga murah (resort murah sangat menarik bagi warga Singapura).

⭐ 7. Ekspansi teknologi & digital nomads dari Singapura

Biaya kantor dan coworking di Singapura meningkat.

Indonesia dapat menarik:

Startup kecil

Freelancer Singapura

Remote worker

Dengan fasilitas:

Coworking murah

Internet bagus

Visa fleksibel (contoh: visa digital nomad untuk Bali/Bintan)

⭐ 8. Tenaga Kerja Indonesia di sektor hospitality

Jika restoran Singapura lesu & banyak tutup → tenaga kerja F&B kemungkinan menurun kebutuhannya.

Sebaliknya:

Peluang kerja di Batam & Bintan meningkat

Pelatihan F&B, barista, chef untuk pasar pariwisata Singapura

 Kesimpulan Utama

Fenomena “orang Singapura belanja & makan ke Malaysia” menunjukkan mereka mencari harga murah dan value lebih tinggi.

Indonesia bisa memanfaatkan tren ini dengan:

✔ Membuat Batam & Bintan sebagai pesaing Johor

✔ Menjadikan Indonesia sebagai destinasi belanja & kuliner warga Singapura

✔ Menarik investasi F&B Singapura

✔ Mendorong pariwisata & wisata medis

Kalau kamu mau, saya bisa buatkan strategi lengkap untuk:

Pemerintah daerah (untuk menarik wisata dari Singapura)

Pelaku bisnis Indonesia (hotel, restoran, UMKM)

Pelaku logistik & e-commerce

 APA YANG MESTI DILAKUKAN INDONESIA? (Strategi Nasional & Daerah)

 1. Jadikan Batam–Bintan sebagai “Johor Baru versi Indonesia”

Ini adalah langkah tercepat dan dampaknya paling besar.

Caranya:

Bangun zona belanja dan kuliner murah seperti di JB (Johor Bahru).

Perbanyak area shopping street, pasar modern, dan kuliner malam.

Berikan insentif penurunan sewa ruko bagi usaha F&B dan retail.

Percepat pembangunan Batam–Bintan Bridge dan perluas pelabuhan ferry dari Singapura.

Dampak:

Warga Singapura datang untuk makan, belanja, hiburan, perawatan tubuh, servis mobil.

Uang yang “kabur” dari Singapura masuk ke Indonesia.

 2. Bangun “Paket Wisata Murah” khusus warga Singapura

Warga Singapura sangat sensitif pada harga.

Indonesia perlu:

Paket 1–2 hari: “Weekend Escape to Batam/Bintan”.

Paket belanja murah: “Shopping & Spa Trip from Singapore”.

Tiket bundling ferry + hotel + voucher makan.

Kerja sama dengan travel agent Singapura.

Dampak:

Meningkatkan jumlah kunjungan Singapura, terutama kelas menengah.

 3. Perkuat Wisata Medis

Malaysia sukses menarik ratusan ribu warga Singapura karena harga kesehatan murah.

Indonesia dapat:

Menaikkan kualitas RS internasional di Batam, Medan, Bali.

Fokus layanan murah berkualitas: gigi, kulit, mata, general check-up.

Kerjasama dokter spesialis Singapura & Indonesia.

Dampak:

Menarik belanja kesehatan bernilai tinggi dari Singapura ke Indonesia.

 4. Bangun Hub Logistik & E-commerce di Batam

Biaya operasional Singapura sangat mahal (sewa gudang, logistik, tenaga kerja).

Indonesia dapat menawarkan:

Gudang e-commerce di Batam (biaya 30–40% lebih murah).

Free Trade Zone (FTZ) untuk pajak & impor barang.

Kapal cepat logistik Singapura–Batam 30 menit.

Dampak:

Startup Singapura dan pelaku ritel memindahkan backend ke Indonesia.

 5. Permudah Akses Transportasi dari Singapura

Akses yang cepat = uang cepat masuk.

Langkah kunci:

Perbanyak jam keberangkatan ferry.

Buka rute ferry baru (langsung dari Marina Bay / Changi ke Batam).

Sediakan imigrasi cepat untuk turis Singapura.

Perbanyak penerbangan Singapura–Medan, Singapura–Belitung.

 6. Insentif untuk Investasi Ritel & F&B

Karena banyak restoran di Singapura tutup akibat sewa mahal, Indonesia bisa:

Tawarkan sewa ruko murah 3–5 tahun di Batam/Bintan.

Izinkan waralaba Singapura berekspansi dengan proses cepat.

Sediakan kawasan kuliner modern (food street, hawker center versi Indonesia).

 7. Kampanye “Visit Indonesia for Value” di Singapura

Singapura sangat peka terhadap value for money.

Iklan yang cocok:

“S$100 di Singapura dapat 1 makan malam, di Indonesia dapat 1 hari penuh makan + spa + belanja.”

Strategi promosi:

Iklan di MRT & bus Singapura.

Kerjasama influencer Singapura.

Promo digital untuk warga Singapura yang sering ke Malaysia.

 8. Perkuat keamanan & kenyamanan di wilayah wisata

Warga Singapura mengutamakan:

Keamanan

Kebersihan

Efisiensi layanan

Maka Indonesia perlu:

Penataan transportasi yang nyaman.

Penanganan pungli, calo, & kendala layanan pelabuhan.

Standardisasi hotel, restoran, dan spa.

 KESIMPULAN UTAMA

Untuk memanfaatkan lesunya sektor konsumsi di Singapura dan fenomena warga Singapura belanja ke Malaysia, Indonesia harus cepat mengubah Batam–Bintan menjadi magnet belanja, kuliner, kesehatan, dan wisata murah.

Ini adalah peluang emas:

Singapura mahal → Malaysia dapat keuntungan

Indonesia bisa ikut menikmati manfaat jika strategi tepat

Dukungan pemerintah daerah (pemda) berperan sangat penting jika Indonesia ingin memaksimalkan peluang dari meningkatnya arus belanja warga Singapura ke Malaysia—yang pada dasarnya mencerminkan opportunity bagi wilayah perbatasan Indonesia seperti Batam, Bintan, Karimun (BBK), dan daerah Kepulauan Riau lainnya.

Berikut bentuk dukungan pemda yang paling strategis:

1. Mempercepat Perbaikan Infrastruktur Perdagangan & Pariwisata

Agar warga Singapura melihat Indonesia sebagai destinasi alternatif belanja, kuliner, dan rekreasi cepat.

Langkah pemda:

Memperbaiki akses pelabuhan, terminal, dan transportasi lokal.

Memperluas kapasitas pelabuhan ferry internasional (Batam Center, Sekupang, Nongsa, Tanjung Pinang).

Menata area wisata belanja seperti Nagoya, Batam Megamall, Pasar Oleh-Oleh, dan kawasan UMKM.

2. Menjamin Keamanan & Kenyamanan Wisatawan

Warga Singapura sangat sensitif terhadap isu keamanan dan kebersihan.

Peran pemda:

Meningkatkan patroli keamanan di pusat belanja, resort, dan pelabuhan.

Membenahi sistem informasi wisata yang lebih ramah turis.

Standarisasi kebersihan, pelayanan, dan harga di destinasi tertentu.

3. Mendorong Kebijakan Harga Kompetitif

Warga Singapura pergi ke Johor karena lebih murah. Indonesia harus menawarkan nilai yang sama atau lebih baik.

Dukungan pemda:

Insentif untuk restoran, café, retail, dan jasa wisata agar bisa menawarkan harga bersaing.

Subsidi promosi atau potongan pajak hiburan/UMKM tertentu di kawasan perbatasan.

Fasilitasi kerjasama pemasok untuk menjaga harga bahan pangan tetap rendah.

4. Memperkuat Promosi Lintas Negara

Pemda bisa memasarkan wilayahnya secara agresif ke penduduk Singapura.

Contoh dukungan:

Kampanye “Weekend Gateaway to Batam/Bintan”.

Kolaborasi dengan agen travel Singapura.

Menawarkan paket: kuliner – spa – belanja – golf – hotel—lebih murah dari Johor.

5. Membangun Zona Ekonomi & Wisata Baru

Agar Indonesia bisa menjadi magnet belanja dan hiburan bagi Singapura.

Inisiatif pemda:

Zona bebas pajak lokal (mirip “mini duty-free zone”).

Kawasan wisata kuliner tematik (seafood market, hawker center versi Indonesia).

Pusat factory outlet atau pasar besar untuk elektronik & fashion.

6. Mendukung UMKM Lokal untuk Layani Pasar Singapura

Warga Singapura sangat suka food tourism dan value shopping.

Pemda bisa:

Melatih UMKM untuk memenuhi standar layanan internasional.

Membantu sertifikasi halal, standar kebersihan, kemasan ekspor, dan digital payment (NETS, PayNow).

Membuka cross-border e-commerce hub antara Kepri dan Singapura.

7. Menyiapkan Kebijakan Transportasi & Imigrasi yang Lebih Cepat

Pemda bisa berkoordinasi dengan pusat:

Jalur imigrasi cepat khusus wisata singkat (fast lane).

Penambahan jadwal ferry pagi & malam.

Kemudahan custom bagi barang tertentu (kuliner, oleh-oleh).

Intinya pemda perlu fokus pada harga terjangkau, pelayanan cepat, keamanan, dan promosi agresif.

Jika strategi tepat, Batam–Bintan bisa menjadi “Johor Baru versi Indonesia” dan bahkan lebih menarik karena jarak lebih dekat dari Singapura.

Berikut versi lebih eksplisit, langsung berupa daftar tindakan konkret yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) Indonesia—khususnya wilayah perbatasan seperti Batam, Bintan, Karimun, Tanjung Pinang—untuk mengambil peluang dari meningkatnya aktivitas belanja warga Singapura ke luar negeri.

A. Aksi Cepat 0–3 Bulan

1. Menurunkan Biaya Restoran & Belanja (secara langsung)

Pemda dapat:

Memberi diskon pajak restoran (misalnya 10% → 7%) khusus lokasi wisata.

Menghapus sementara retribusi UMKM kuliner (6–12 bulan).

Membuat program harga bahan baku murah untuk restoran dengan menggandeng Bulog & distributor.

2. Perbaikan Pelabuhan & Imigrasi

Pemda dapat:

Membuat jalur imigrasi khusus “Short Visit Singapore” di Batam Center dan Sekupang.

Menambah petugas di jam sibuk (08.00–11.00 & 16.00–19.00).

Menyediakan papan petunjuk dwibahasa (EN–CN).

3. Kampanye Besar-Besaran di Singapura

Pemda bisa langsung:

Membeli space iklan MRT Singapura (NS Line, EW Line).

Membuat tagline: “Batam 40 Minutes Away — Cheaper & Tastier!”

Menggandeng Agoda, TikTok, Klook untuk paket wisata akhir pekan.

B. Aksi Menengah 3–12 Bulan

4. Membuat Kawasan Belanja Murah Ala “Johor Baru”

Pemda membangun:

Kawasan kuliner malam (night market) khusus wisatawan.

Factory outlet center (pakaian, sepatu, tas).

Seafood hawker center dengan standar kebersihan Singapura.

5. Mengatur Standar Harga untuk Turis

Agar tidak ada wisatawan merasa ditipu, pemda bisa:

Menerapkan label harga wajib di restoran & toko turis.

Membuat QR code complaint system yang langsung direspon pemda.

Membuat daftar tempat makan “trusted” versi pemda.

6. Menambah Jadwal & Trayek Ferry

Pemda bersama operator harus:

Menambah jadwal Batam–HarbourFront tiap 30 menit pada weekend.

Membuka trayek baru Bintan – Marina Bay Cruise Centre.

Menawarkan tiket promo untuk 1 bulan pertama (subsidi pemda).

C. Aksi Jangka Panjang 1–3 Tahun

7. Membangun Zona Wisata Tanpa Pajak Terbatas

Mirip “Free Trade Zone”, pemda bisa membuat:

Kawasan belanja elektronik tanpa pajak impor (pilot project).

Duty-free area untuk parfum, cokelat, kosmetik, wine (dengan pengawasan ketat).

8. Pengembangan Ekosistem Digital untuk Turis Singapura

Pemda dapat memaksa merchant untuk:

Menerima NETS, PayNow, ShopeePay SG, WeChatPay.

Memasang WiFi publik gratis di pusat belanja.

Menerbitkan aplikasi wisata Kepri berbahasa Inggris–Mandarin.

9. Mendorong Investasi Restoran dan Hiburan Besar

Target investor:

Jaringan restoran murah tapi populer di Singapura.

Brand hiburan keluarga (wahana indoor).

Golf course & resort untuk pasar ekspatriat.

Pemda bisa memberi:

Pembebasan retribusi bangunan 2 tahun.

Kemudahan izin tempat usaha dalam 7 hari.

Insentif pajak iklan.

D. Program Kolaborasi Lintas Level Pemerintah

Pemda harus berkoordinasi dengan pusat untuk:

Fast track visa bagi warga Singapura (single entry 30 hari).

Pemda dapat memanfaatkan fenomena meningkatnya minat warga Singapura berbelanja ke luar negeri dengan menciptakan ekosistem belanja dan wisata yang lebih murah, nyaman, dan cepat diakses. Langkah eksplisit yang bisa dilakukan adalah menurunkan biaya usaha restoran melalui insentif pajak, memperbaiki layanan pelabuhan serta imigrasi, menambah jadwal ferry, dan menata kawasan kuliner serta pusat belanja agar mengikuti standar kebersihan dan harga yang transparan. Pemda juga perlu meluncurkan kampanye promosi langsung di Singapura, mendorong penerimaan pembayaran digital (NETS, PayNow), serta memperkuat keamanan dan kenyamanan agar wisatawan merasa aman berbelanja dan makan di Indonesia.

Dalam jangka menengah–panjang, pemda dapat membangun zona belanja dan kuliner ramah wisatawan, membuka kawasan duty-free terbatas, menarik investasi restoran dan hiburan internasional, serta mempermudah perizinan usaha. Dukungan ini dapat menciptakan citra Batam, Bintan, dan wilayah perbatasan lainnya sebagai alternatif utama selain Johor—lebih dekat, lebih murah, dan lebih cepat diakses. Dengan strategi ini, Indonesia berpeluang meningkatkan kunjungan wisatawan Singapura, mendorong konsumsi lokal, dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru. (Nap/cgpt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here