Insiden Kartu Merah Allegri dan Rahasia ‘Mesin’ Rabiot di Balik Puncak Klasemen Milan

0

MILAN, inventori.co.id – Kemenangan tipis AC Milan atas Lazio dengan skor 1-0 di San Siro, Milan, Minggu (30/11/2025) dini hari WIB, bukan hanya diwarnai gol semata wayang Rafael Leao, tetapi juga drama menegangkan di menit-menit akhir yang berujung pada pengusiran pelatih Max Allegri dari pinggir lapangan.

Secara eksklusif, Allegri akhirnya membongkar komentar pedas yang memicu kartu merahnya, sekaligus mengungkap alasan mengapa gelandang Adrien Rabiot dianggap sebagai ‘pembuat perbedaan’ krusial bagi Rossoneri.

Mengapa Allegri Diusir? Kisah Wasit Pembawa Sial

Allegri mengakui atmosfer pertandingan memanas, terutama saat wasit dipanggil untuk meninjau potensi penalti bagi Lazio melalui VAR di masa stoppage time.

Namun, alasan di balik kartu merahnya ternyata lebih personal dan tidak terkait langsung dengan keputusan penalti yang pada akhirnya dibatalkan tersebut.

“Situasi di menit akhir memang sedikit kacau,” ujar Allegri kepada Sky Sport Italia. “Namun, saya diusir sebelum keputusan dibuat.”

Pelatih kawakan itu kemudian menjelaskan bahwa dia mengenali wasit yang bertugas sama seperti saat Milan dikalahkan Cremonese di laga pembuka.

“Saya hanya mengatakan, ‘Kenapa setiap kali dengan Anda, selalu ada masalah?’ Jadi, dia mengusir saya. Dalam kekacauan, wajar jika dia mengambil keputusan itu, tapi saya sama sekali tidak bermaksud menyinggungnya,” tutur Allegri, memberikan perspektif humor gelap atas insiden tersebut.

Rabiot: ‘Mesin’ Tak Ternilai yang Mengantar Milan ke Puncak

Selain drama di pinggir lapangan, Allegri tak ragu memberikan pujian tertinggi kepada Adrien Rabiot. Gelandang asal Prancis ini secara statistik memiliki catatan kemenangan hampir sempurna setiap kali turun sebagai starter.

Allegri bahkan tanpa tedeng aling-aling mengakui peningkatan signifikan Rabiot sejak era mereka bersama di Juventus.

“Dibandingkan musim terakhir saya bekerja dengannya di Juventus, Adrien telah meningkat pesat,” puji Allegri.

Menurutnya, Rabiot memiliki kombinasi yang langka, yakni kekuatan fisik (physicality) yang dominan, kecerdasan taktis yang tinggi, dan semangat team player yang mengutamakan kepentingan tim.

“Untuk menciptakan tim yang bersaing di puncak, Anda butuh pemain tim yang menempatkan diri mereka di bawah layanan orang lain. Adrien juga punya ‘mesin’ di lini tengah yang jarang dimiliki pemain lain,” tutur Allegri, menyoroti daya tahan dan stamina Rabiot yang luar biasa.

Kontribusi Rabiot dinilai sangat vital dalam strategi Allegri, khususnya untuk mengatasi tekanan awal Lazio. Keberadaan pemain seperti Rabiot, yang rela berkorban untuk tim, disebut Allegri sebagai kualitas terpenting yang membuat Milan kini sementara menduduki puncak klasemen Serie A, sebuah posisi yang terakhir kali mereka raih setelah 13 putaran adalah di musim mereka juara atau runner-up.

Leao Semakin ‘Nomor 9’?

Mengenai pencetak gol, Rafael Leao, Allegri melihat adanya perkembangan dalam peran barunya. “Leao sudah pernah menjadi centre-forward saat bermain untuk Lille,” katanya.

Dia mencatat bahwa Leao sudah mulai menunjukkan pergerakan lari menuju kotak penalti saat bola datang dari sisi sayap, selain tetap memiliki fleksibilitas untuk bergerak di berbagai posisi menyerang.

Kini, dengan semangat, kerendahan hati, dan mesin Rabiot yang terus menyala, Milan bertekad menjaga tren positif ini. Hasil di pertandingan Napoli vs Roma besok malam akan menentukan apakah posisi puncak mereka akan bertahan lebih lama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here