DKD Dumai 2025-2030 Siap Beraksi, Usung 4 Pilar Inovasi Seni Budaya Wujudkan ‘Dumai Kota Idaman’

0

DUMAI, inventori.co.id – Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Dumai memasuki babak baru kepemimpinan. Pengukuhan pengurus periode 2025-2030, yang dinakhodai Agoes S. Alam, segera dilaksanakan sebagai penanda dimulainya sinergi strategis antara komunitas seni dengan Pemerintah Kota (Pemko) Dumai.

Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan deklarasi komitmen menjadikan seni budaya Dumai sebagai pilar integral dan motor penggerak utama dalam mewujudkan visi ambisius “Dumai Kota Idaman”.

Dukungan Legal-Formal dan Filosofi Pembangunan

Kepengurusan baru Dewan Kesenian Dumai telah ditetapkan secara sah melalui Musyawarah Seniman Daerah (Musenda) V pada Juni 2025. Landasan formal kian kuat dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Wali Kota, yang menjadi basis legal bagi DKD untuk menjalankan program kerjanya selama lima tahun ke depan.

Ketua Umum DKD terpilih, Agoes S. Alam menegaskan bahwa sinergi ini akan berorientasi pada hasil nyata. “Pelantikan ini adalah penanda dimulainya kerja nyata,” kata Agoes dalam pernyataan resminya, Sabtu (8/11/2025).

“DKD siap menjadi mitra strategis Pemko Dumai untuk menempatkan seni dan budaya sebagai perekat sosial, penggerak ekonomi kreatif, dan pelestari kearifan lokal. Ini sejalan dengan filosofi pembangunan progresif global,” paparnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi upaya DKD Dumai untuk mengadaptasi kerangka kerja strategis yang menempatkan kebudayaan sebagai soft power diplomacy dan aset pembangunan daerah, mirip dengan pendekatan yang diterapkan dalam visi pembangunan jangka panjang di berbagai negara maju.

Seni Budaya Jati Diri Bangsa

Sebelumnya, dalam kesempatan lain, Wali Kota Dumai, H. Paisal menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap proses transisi kepemimpinan di DKD. Pemko Dumai bakal memberikan dukungan penuh untuk ekosistem kesenian lokal.

“Seni dan budaya adalah jati diri bangsa. Pemko Dumai memastikan dukungan fasilitasi dan anggaran yang dibutuhkan agar DKD dapat menjalankan program-programnya dengan baik. Sinergi ini diharapkan mampu membawa karya-karya seniman Dumai menembus kancah nasional, bahkan internasional,” tutur Wali Kota Paisal.

Dukungan finansial dan fasilitasi ini penting untuk mendorong Ekonomi Kreatif Dumai dan mewujudkan cita-cita bersama.

Empat Pilar Program Kerja DKD: Regenerasi Hingga Adopsi Teknologi

Untuk menjamin keberlanjutan dan relevansi, kepengurusan Dewan Kesenian Daerah Dumai telah merumuskan empat pilar program kerja utama:

  1. Regenerasi Berkelanjutan: Menerapkan sistem mentorship terstruktur. Seniman senior akan membimbing talenta muda melalui lokakarya dan proyek kolaboratif, memastikan tradisi seni Dumai berlanjut.
  2. Penguatan Komunitas Inklusif: DKD akan bertransformasi menjadi ‘rumah besar’ yang merangkul semua genre, usia, dan latar belakang seni, mencerminkan prinsip masyarakat yang bersatu dan inklusif.
  3. Kolaborasi Lintas Sektor: Mengintegrasikan seni budaya ke dalam sektor utama seperti pariwisata dan pendidikan, mencontoh model “ekonomi berdaya saing” melalui pengembangan sektor kreatif berbasis inovasi.
  4. Optimalisasi Ruang Kreatif & Digitalisasi: Selain memaksimalkan ruang seni fisik, DKD akan mengadopsi teknologi digital untuk dokumentasi, promosi, dan pementasan. Langkah ini sejalan dengan prinsip kemajuan melalui inovasi teknologi.

Peta Jalan Jelas: Dari Perencanaan Matang ke Aksi Nyata

Untuk memastikan program kerja tidak berakhir sebagai wacana, DKD Dumai berencana mengadopsi metodologi perencanaan strategis, termasuk analisis SWOC (Strengths/Kekuatan, Weakness/Kelemahan, Opportunities/Peluang, Challenges/Tantangan).

Pendekatan strategis ini memungkinkan DKD menyusun peta jalan (roadmap) yang terukur dan realistis, meminimalisir risiko, dan memaksimalkan peluang, menjadikan setiap aksi seni memiliki dampak maksimal bagi perkembangan daerah.

Dampak Strategis: Melambungkan Nama Dumai ke Pentas Global

Kolaborasi erat antara DKD dan Pemko Dumai diharapkan tidak hanya menguatkan ekosistem seni lokal, tetapi juga berfungsi sebagai soft power yang melambungkan nama Dumai.

Dengan citra sebagai kota beridentitas budaya kuat, Dumai akan menjadi lebih menarik bagi wisatawan, investor, dan pemangku kepentingan budaya lainnya.

Pelantikan yang dijadwalkan akan dihadiri Forkopimda dan tokoh masyarakat ini adalah deklarasi komitmen bersama untuk masa depan seni budaya Dumai yang lebih gemilang dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here