Presiden Prabowo Pimpin Rapat Bahas Program Prioritas Nasional, Capaian Makan Bergizi Gratis Sentuh 39,5 Juta Penerima

0
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih. /Foto: Instagram @sekretariat.kabinet

JAKARTA, inventori.co.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (29/10/2025).

Pertemuan penting ini bertujuan untuk memantau progres pelaksanaan program prioritas nasional di berbagai sektor, menegaskan komitmen pemerintah dalam percepatan pembangunan.

Rapat yang dihadiri sejumlah menteri, Menko, Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menjadi platform bagi Presiden untuk mendengarkan laporan langsung dan memonitor capaian program.

“Hari ini beberapa menteri, Menko, Gubernur BI, dan Kepala OJK diundang oleh Pak Presiden untuk berdiskusi terkait dengan bidangnya masing-masing. Dan Pak Presiden ingin memonitor dan langsung juga ingin mendapatkan laporan progres terkait bidang masing-masing,” ungkap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu (29/10/2025).

Angka Fantastis Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sorotan utama dalam ratas kali ini adalah laporan progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana. Laporan tersebut mencatatkan sebuah terobosan cepat dalam pelaksanaan program andalan pemerintahan ini.

Hingga saat ini, program MBG telah berhasil membangun infrastruktur layanan yang masif:

  • 13.514 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah tersebar.
  • Jangkauan meliputi 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan di seluruh Tanah Air.
  • Potensi penerima manfaat saat ini mencapai 39,5 juta jiwa, dengan target menembus 40 juta jiwa pada akhir bulan ini.

Penyerapan Anggaran MBG Lampaui Setengah Target

Selain capaian sebaran layanan, Dadan juga memaparkan efektivitas penyerapan anggaran program MBG.

“Hari ini penyerapan makan bergizi sudah mencapai Rp35,6 triliun, sudah mencakup 50,1 persen dari total anggaran yang diberikan,” jelas Dadan.

Angka penyerapan ini menunjukkan percepatan yang signifikan dalam realisasi program di lapangan.

Optimisme BGN: Kejar Target 82,9 Juta Penerima Manfaat

Meskipun capaian sudah impresif, Kepala BGN menyampaikan optimisme tinggi untuk melayani target penuh hingga akhir tahun.

“Kita kejar terus target sampai akhir tahun mudah-mudahan 82,9 juta (penerima manfaat) bisa kita layani di akhir tahun,” tegas Dadan.

Keyakinan ini didasari oleh akselerasi harian program di lapangan. Setiap hari, BGN mampu menghasilkan sekitar 200 SPPG baru, dan berpotensi melayani 600 ribu penerima manfaat baru setiap hari.

“Kita akan kejar di dua bulan terakhir ini agar bisa tercapai 82,9 juta. Dan Pak Presiden akan mengapresiasi itu meskipun akan memaklumi kalau misalnya katakanlah 75 juta bisa tercapai,” kata Dadan.

Rapat terbatas ini menegaskan bahwa Presiden Prabowo terus mengawal ketat progres program-program prioritas, menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai indikator kunci keberhasilan awal Kabinet Merah Putih dalam upaya peningkatan gizi dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here