
DOHA, inventori.co.id – Tim Nasional Indonesia U-17 besutan Nova Arianto bersiap memulai petualangan baru di panggung tertinggi sepak bola junior, Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Setelah memastikan tiket lolos berkat pencapaian di perempat final Piala Asia U-17 AFC, Garuda Boys kini menatap laga perdana yang krusial melawan Zambia U-17 pada 4 November 2025.
Ini adalah kali kedua Indonesia berlaga di turnamen akbar ini, setelah debut sebagai tuan rumah pada edisi 2023. Namun, kali ini tantangan lebih berat menanti di Grup H, yang dijuluki sebagai grup “neraka” bersama raksasa Brasil U-17 (juara 4 kali), Zambia, dan Honduras.
Sorotan FIFA: Zahaby Gholy, ‘Gelandang Multitalenta’ Berpengalaman Super League
Di tengah persaingan sengit, perhatian publik tertuju pada salah satu punggawa kunci Indonesia: Muhammad Zahaby Gholy.
Laman resmi FIFA secara eksplisit menyebut pemain kelahiran 5 Desember 2008 ini sebagai pemain bintang di skuad Indonesia U-17. Pujian tak tanggung-tanggung diberikan oleh otoritas sepak bola dunia tersebut.
“Pemain sayap multiposisi dengan visi tajam dan umpan akurat, Gholy memadukan keterampilan dengan kematangan yang melampaui usianya yang baru 16 tahun,” tulis FIFA.
“Dia telah tampil di level senior bersama Persija Jakarta di Liga Super Indonesia dan membawa pengalaman berharga bagi timnya.”
Pengalaman bermain di level senior bersama Persija Jakarta tentu menjadi modal penting bagi Gholy untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan. Kehadirannya diharapkan menjadi pembeda saat Indonesia harus berhadapan dengan tim-tim kelas dunia.
Jadwal Pertandingan Indonesia U-17 di Grup H
Berikut adalah detail lengkap matchday yang harus dihadapi Indonesia U-17 di fase grup:
| Tanggal | Pertandingan |
| 4 November 2025 | Indonesia U-17 vs Zambia U-17 |
| 7 November 2025 | Indonesia U-17 vs Brasil U-17 |
| 10 November 2025 | Indonesia U-17 vs Honduras U-17 |
Skuad Lengkap Indonesia U-17: Kombinasi Lokal dan Diaspora
Pelatih Nova Arianto memboyong perpaduan pemain dari liga domestik dan pemain-pemain diaspora yang berkarier di luar negeri, demi meramu skuad yang kompetitif.
| Posisi | Pemain (Klub) |
| Kiper | Dafa Al Gasemi (Dewa United), Rendy Razzaqu (Madura United), Mike Rajasa Hoppenbrouwers (FC Utrecht) |
| Belakang | Fabio Azkairawan (Persija), Dafa Zaidan (Borneo), I.B.P Cahya (Bali United), I Putu Panji (Bali United), Mathew Baker (Melbourne City FC), Eizar Jacob Tanjung (Sydney FC), Lucas Raphael Lee (Ballistic United SC), Ilham Romadhona (Borneo), M. Algazani (Persija), Azizu Milanesta (Asiana Soccer School) |
| Tengah | Evandra Florasta (Bhayangkara), Muhammad Zahaby Gholy (Persija), Nazriel Alfaro Syahdan (Persib), Rafi Rasyiq (Semen Padang FC) |
| Depan | Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara), Dimas Adi Prasetyo (PSM), Fandi Ahmad (Persija), Mochamad Mierza Firjatullah (Persik Kediri) |
Indonesia U-17 berada di bawah tekanan besar untuk mencetak sejarah baru setelah hasil di Piala Dunia U-17 sebelumnya. Mampukah sihir Zahaby Gholy dan strategi Nova Arianto membawa Garuda Boys lolos dari kepungan tim-tim kuat di Grup H?
