
JAKARTA, inventori.co.id – Pengalaman pelanggan (Customer Experience atau CX) bukan lagi sekadar layanan, melainkan aset penting di era digital. Hal ini menjadi fokus utama dalam kolaborasi terbaru antara PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dan penyedia layanan CX, transcosmos Indonesia (TCID).
Alih-alih sekadar merayakan kemitraan, kedua perusahaan ini justru berbagi visi progresif tentang evolusi CX, dari personalization konvensional menuju hyper-personalization yang didukung teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) dan real-time data.
Dari Aplikasi Digital ke Komunitas Loyal: Fondasi CX MMKSI yang Diperkuat TCID
Selama beberapa tahun, TCID telah menjadi mitra utama MMKSI dalam mengelola hampir 85% aktivitas customer experience. Salah satu pilar kolaborasi yang berhasil adalah pengelolaan My Mitsubishi Motors ID (MMID), aplikasi digital andalan pelanggan Mitsubishi.
Deputy Group Head of CX Group MMKSI, Ilham Iranda Syahputra mengapresiasi kolaborasi ini. “Kami terus berinovasi di MMID agar lebih dekat dengan pelanggan,” tegasnya dalam siaran persnya, Selasa (28/10/2025).
“TCID membantu kami memastikan seluruh customer touchpoints menjadi seamless dan terintegrasi. Memahami keinginan dan kebiasaan pelanggan adalah kunci, dan TCID berperan besar dalam membantu kami mencapainya di era digital yang bergerak cepat ini,” jelas dia.
Penerapan strategi CX berbasis data dan personalization ini terbukti efektif:
- Aplikasi MMID telah diunduh oleh lebih dari 550.000 user dan mencatat lebih dari 270.000 kendaraan terdaftar.
- Rating aplikasi mencapai 4.8 di Play Store dan App Store.
- MMKSI sukses membangun komunitas digital MiMate di dalam MMID dengan lebih dari 130.000 anggota, menunjukkan tingkat keterhubungan dan loyalitas yang tinggi.
Personalization yang selama ini diterapkan memungkinkan komunikasi promosi dan layanan purnajual yang lebih tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan unik setiap pelanggan.
Masa Depan CX: Mengapa Hyper-personalization Adalah Keharusan?
Meskipun personalization telah membawa hasil signifikan, evolusi perilaku konsumen menuntut langkah yang lebih maju. TCID memperkenalkan hyper-personalization sebagai babak baru: pendekatan yang tidak hanya mengenali “siapa” pelanggan, tetapi juga memahami konteks, situasi, dan niat mereka secara real-time.
Ardi Sudarto, Vice President transcosmos Indonesia, menjelaskan konsep tersebut. “Hyper-personalization memungkinkan interaksi yang lebih kontekstual,” ujarnya.
“Dengan menggabungkan AI, predictive analytics, dan data real-time, brand bisa menghadirkan pengalaman yang sangat relevan, meningkatkan konversi, dan membangun kedekatan emosional yang berkelanjutan,” papar Ardi.
Data industri pun mendukung klaim ini: penerapan hyper-personalization terbukti dapat mendorong 120% peningkatan engagement rate, 100% peningkatan konversi, dan 15% kenaikan pendapatan bagi perusahaan yang mengimplementasikannya dengan baik.
Intinya, pergeseran ini menekankan bagaimana pemanfaatan data yang lebih mendalam dapat mengubah interaksi pasif menjadi koneksi proaktif. TCID menegaskan komitmennya untuk membantu brand seperti MMKSI dalam transisi menuju era hyper-personalization ini, melalui sinergi keahlian di bidang CX, digital marketing, dan teknologi data.
