Bukalapak Tunjukkan Stabilitas Kinerja di Kuartal III 2025, Fokus Perkuat Fondasi Pertumbuhan

0
Ilustrasi. /Foto: ist

JAKARTA, inventori.co.id – Di tengah tekanan industri teknologi dan ketidakpastian ekonomi global, Bukalapak berhasil mencatatkan kinerja yang stabil pada kuartal III 2025.

Perusahaan teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode BUKA ini menegaskan komitmennya untuk menjaga efisiensi operasional dan membangun pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Menurut laporan keuangan terbaru, pendapatan Bukalapak mencapai Rp1,64 triliun sepanjang periode Juli–September 2025, naik sekitar 1% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Meski pertumbuhan tersebut terbilang moderat, capaian ini menunjukkan kemampuan Bukalapak menjaga performa di tengah periode musiman yang biasanya lebih lambat.

“Capaian di kuartal ketiga mencerminkan ketahanan bisnis kami dalam menghadapi dinamika pasar. Kami tetap fokus memperkuat ekosistem dan memberikan nilai jangka panjang bagi semua pihak,” terang Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).

Efisiensi Operasional Terjaga

Margin kontribusi Bukalapak tercatat stabil, menandakan efisiensi biaya yang terus terjaga. EBITDA yang Disesuaikan (Adjusted EBITDA) masih negatif Rp18 miliar, namun relatif tidak berubah selama tiga kuartal terakhir — sebuah tanda pengelolaan yang konsisten dan disiplin.

Sementara itu, EBITDA yang Disesuaikan ditambah pendapatan bunga bersih tercatat Rp175 miliar, turun dari Rp201 miliar pada kuartal sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh program pembelian kembali saham (buyback) serta turunnya suku bunga di dalam negeri. Meskipun demikian, Bukalapak tetap menunjukkan fundamental keuangan yang sehat dan terkendali.

Laba Bersih Melonjak Berkat Kenaikan Nilai Investasi

Menariknya, laba bersih Bukalapak melonjak tajam menjadi Rp2,4 triliun pada kuartal III 2025, dari Rp355 miliar di kuartal sebelumnya. Lonjakan ini terutama berasal dari peningkatan nilai investasi yang dimiliki perseroan.

Hingga akhir September 2025, posisi kas dan investasi likuid Bukalapak mencapai Rp17,9 triliun. Dana ini tersimpan dalam bentuk deposito, obligasi pemerintah, serta reksa dana, memberikan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk menopang ekspansi di masa depan.

Segmen Gaming dan Investment Jadi Andalan

Empat lini bisnis utama Bukalapak tetap berjalan stabil dengan kinerja yang terkendali.

  • Segmen Gaming menjadi penyumbang terbesar, dengan pendapatan Rp1,4 triliun — tumbuh 2% dibandingkan kuartal sebelumnya.

  • Segmen Investment mencatat peningkatan pendapatan hingga 30% secara kuartalan menjadi Rp18 miliar, dengan margin kontribusi di atas 30%.

  • Segmen Mitra Bukalapak, meski mengalami penurunan pendapatan, berhasil meningkatkan efisiensi dengan margin kontribusi yang naik 44%.

  • Segmen Retail juga tetap berperan penting dalam ekosistem digital perusahaan, mencatat margin kontribusi sebesar 23,6%.

Fokus ke Inovasi dan Penguatan Ekosistem

Melangkah ke kuartal berikutnya, Bukalapak berencana memperkuat setiap lini bisnis melalui inovasi produk digital dan peningkatan pengalaman pengguna (user experience). Dengan fondasi keuangan yang solid, perusahaan optimistis dapat mengeksekusi strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bukalapak juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dampak positif bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia, khususnya melalui ekosistem digital yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan pasar.

Fakta Singkat Bukalapak Kuartal III 2025

  • Pendapatan: Rp1,64 triliun (naik 1% QoQ)

  • Laba bersih: Rp2,4 triliun

  • Kas dan investasi likuid: Rp17,9 triliun

  • Segmen terbesar: Gaming (Rp1,4 triliun)

  • Fokus: efisiensi, inovasi, dan pertumbuhan berkelanjutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here