Presiden Prabowo Restui Pembentukan Ditjen Pesantren, Tegaskan Santri adalah Penjaga Moral Global

0
Presiden Prabowo Subianto. /Foto: Instagram @presidenrepublikindonesia

JAKARTA, inventori.co.id – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 1447 Hijriah/2025 menjadi momentum bersejarah. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga mengumumkan langkah strategis pemerintah: merestui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama.

Pengumuman ini menjadi “hadiah” konkret bagi seluruh santri, santriwati, kiai, nyai, dan keluarga besar pondok pesantren di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini menempatkan pesantren sebagai prioritas utama dan benteng pertahanan karakter bangsa.

“Saya menyampaikan bahwa saya telah merestui usulan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren. Ini menunjukan prioritas strategis pemerintah untuk semakin memperhatikan, melindungi, memperkuat, dan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren,” ujar Presiden Prabowo dalam video resmi yang dirilis Jumat (24/10/2025).

Santri: Dari Pejuang Kemerdekaan Hingga Pelopor Kemajuan Global

Dalam sambutannya, Kepala Negara menekankan peran ganda santri, yaitu sebagai penjaga moral bangsa sekaligus pelopor kemajuan. Menurut Presiden Prabowo, santri masa kini harus siap menjadi bagian dari kemajuan global tanpa melunturkan nilai keislaman dan keindonesiaan yang telah mengakar.

“Saya percaya, santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang menguasai ilmu agama dan ilmu dunia, yang berakhlak dan berdaya saing,” tegas Presiden.

Peran visioner santri ini sejalan dengan tema HSN tahun ini, yakni “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”. Tema ini disebut Presiden Prabowo sebagai cerminan tekad santri untuk tidak hanya berkontribusi di kancah nasional, tetapi juga siap menyongsong tantangan peradaban global.

Resolusi Jihad: Tonggak Sejarah 80 Tahun yang Tetap Relevan

Menyebutkan Hari Santri, Presiden Prabowo mengingatkan kembali sejarah yang melandasinya. Ia secara khusus menyoroti Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan oleh Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari. Momen 80 tahun silam itu merupakan tonggak penting perjuangan yang menyatukan semangat keagamaan dan nasionalisme.

“Kita tidak boleh lupa, Resolusi Jihad 22 Oktober 1945… yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari adalah tonggak penting dalam sejarah bangsa,” ungkap Kepala Negara, seraya menambahkan bahwa semangat jihad tersebut, yaitu menjaga keutuhan bangsa dengan ilmu dan keimanan, tetap relevan hingga hari ini.

Presiden Prabowo Subianto menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para santri, untuk meneguhkan tekad mengawal kemerdekaan Indonesia menuju peradaban yang berkeadilan, berakhlak, dan bermartabat.

“Sekali lagi, Selamat Hari Santri Nasional 1447 Hijriah. Semoga Allah Swt. senantiasa melindungi dan meridhoi para Santri – Santriwati, para Kiai, Nyai, dan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here