PARMA, inventori.co.id – Penjaga gawang muda berbakat Zion Suzuki belakangan menjadi topik hangat di bursa transfer Eropa.
Kiper yang membela Parma dan tim nasional Jepang ini dilaporkan tengah diincar oleh raksasa Premier League, Chelsea, dan tim Serie A, AC Milan.
Namun, dalam wawancara terbarunya dengan Corriere dello Sport, Suzuki memilih fokus pada perjalanan kariernya saat ini dan cita-cita globalnya.
Fokus di Parma dan Cita-Cita Global
Alih-alih terbuai rumor yang beredar, Suzuki menegaskan prioritasnya. “Saya ingin menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di dunia, dan saat ini saya sangat fokus pada Parma dan Piala Dunia,” ujar Suzuki, seperti dilansir Football Italia, Jumat (24/10/2025).
Pernyataan ini secara implisit menanggapi laporan Corriere dello Sport yang menyebut bahwa baik Milan maupun Chelsea telah mengirim pemandu bakat untuk memantau perkembangan sang kiper dalam beberapa pekan terakhir.
Suzuki saat ini memasuki musim keduanya di Stadio Tardini dan telah mencatatkan performa impresif. Dalam tujuh pertandingan Serie A musim ini, kiper tersebut berhasil menjaga gawangnya tetap perawan (dua clean sheets), termasuk penyelamatan krusial tendangan penalti saat melawan Genoa di laga terakhir.
Rahasia Latihan dan Karakter Kiper
Pemain keturunan Ghana-Jepang ini juga membagikan detail menarik mengenai rutinitas latihannya yang berfokus pada peningkatan kemampuan fisik dan mental. Suzuki mengaku rutin berlatih dengan kacamata khusus dan lampu yang berganti-ganti untuk meningkatkan refleks.
Selain latihan teknis, ia juga menekuni Pilates untuk memperbaiki postur dan fleksibilitas, serta memperkuat otot inti. Di luar lapangan, ia menggunakan waktunya untuk belajar bahasa Inggris dan Italia.
“Saya orang yang tenang; seorang penjaga gawang harus selalu begitu,” kata Suzuki, menjelaskan karakternya. “Saya mampu menjaga gawang, dan saya bisa bermain dengan kaki. Saya bekerja setiap hari untuk berkembang di setiap aspek,” tambahnya.
Suzuki sempat bermain bersama Ange-Yoan Bonny di Parma, yang kini telah hijrah ke Inter Milan. Ia memuji Bonny, menyebut kepindahannya sebagai “langkah besar” dan menyadari betapa kuatnya mantan rekan setimnya itu.
Di bawah asuhan pelatih Carlos Cuesta, yang merupakan mantan asisten Mikel Arteta di Arsenal, Parma sedang berjuang di awal musim Serie A dengan mengumpulkan enam poin dari tujuh pertandingan pembuka. Ambisi dan dedikasi Suzuki menjadi salah satu harapan utama klub untuk mendulang hasil positif ke depan, terlepas dari ketertarikan klub-klub besar Eropa.

