JAKARTA, jakrev.com – Persija Jakarta terus berbenah setelah kekalahan 0-2 dari PSM Makassar pada pekan keenam Super League 2025/2026. Jelang laga tandang melawan Borneo FC akhir pekan ini, pelatih Mauricio Souza menegaskan timnya sudah melakukan evaluasi menyeluruh demi kembali ke jalur kemenangan.
Souza menyebut kekalahan di Parepare bukan semata soal minimnya peluang, melainkan karena skema permainan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal, Persija tampil dominan dengan 78 persen penguasaan bola dan melepaskan delapan tembakan, jauh lebih banyak dibandingkan empat milik PSM.
“Kami tidak banyak membangun konstruksi permainan di lapangan. Itu yang membuat kami kesulitan mencetak gol, meski statistik menunjukkan dominasi. Hasilnya tidak sesuai dengan yang seharusnya,” kata Souza dikutip dari laman persija.id, Rabu (24/9/2025).
Fokus Tingkatkan Konsistensi
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, kunci utama kini adalah menjaga konsistensi performa agar Macan Kemayoran mampu tampil di level terbaik sepanjang musim.
“Kompetisi ini tidak mudah, setiap tim menghadapi kesulitan. Karena itu kami tetap melakukan persiapan seperti biasa, dengan detail pada hal-hal yang sebelumnya kurang,” ujar dia.
Target Tiga Poin di Samarinda
Souza juga sudah mengamati kekuatan Borneo FC yang akan menjadi lawan Persija pada Minggu, 28 September 2025 di Stadion Segiri, Samarinda. Dia menilai tuan rumah memiliki kualitas individu dan kolektif yang solid.
“Borneo adalah tim yang bagus dengan pelatih yang bagus pula. Tapi kami pergi ke Samarinda dengan target jelas, yaitu membawa pulang tiga poin,” tegas pelatih 51 tahun itu.
Momentum Kebangkitan
Persija kini dituntut untuk segera bangkit demi menjaga persaingan di papan atas Super League 2025/2026. Laga kontra Borneo FC bisa menjadi momentum kebangkitan Macan Kemayoran, sekaligus pembuktian bahwa evaluasi pasca-kekalahan dari PSM sudah membuahkan hasil nyata.

