Tahun Baru 2021 Kian Dekat, Surabaya Antisipasi Pandemi Covid-19 Delta Plus

Surabaya , inventori.co.id – Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan kota Surabaya tengah mempersiapkan langkah antisipasi Covid-19 Varian Delta Plus menjelang perayaan Tahun Baru 2022.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan propinsi Surabaya, angka pasien Covid pada bulan Juli 2021 lalu sempat mencapai 8.230-an kasus. Jumlah tersebut perlahan menurun menjadi 5 kasus hingga saat ini.

Walaupun terjadi penurunan jumlah pasien, Surabaya cukup fokus melakukan langkah progresif untuk menekan angka pandemi. Hal itu diwujudkan dengan informasi bersifat himbauan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi aktifitas di luar rumah.

Meski demikian, Pemkot Surabaya pun berharap agar para petugas kesehatan melakukan aksi cepat tanggap darurat melakukan tugas dan peranannya dalam melayani masyarakat.

“Jadi kami memberikan persiapan kepada teman-teman agar tetap konsisten di dalam tugasnya. Khususnya dalam penanganan COVID-19. Jangan sampai nanti ada kasus seperti tahun lalu Desember. Mudah-mudahan tidak terjadi, Kami berharap (pandemi) segera selesai,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Surabaya, Hariyanto, Rabu (10/11).

Kabid Hariyanto menjelaskan bahwa Surabaya tengah mempersiapkan kegiatan pemberian motivasi secara bertahap kepada para nakes (tenaga kesehatan) dengan mengundang Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr. Aqua Dwipayana. Kegiatan tersebut pertama kali digelar pada Selasa (9/11) di Gedung Wanita Candra Kencana, Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.

“Melalui kegiatan ini dapat memberikan semangat baru kepada nakes maupun SDM Kesehatan,” ucapnya.

Kegiatan itu tak hanya diikuti tenaga kesehatan yang berada di lingkup Dinkes Surabaya, tapi juga seluruh pegawai non-kesehatan yang ada di Dinkes, seperti petugas vaksinator, petugas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), hingga yang bertugas di Gudang Farmasi Kota (GFK).

“Kemarin yang ikut sekitar 300 orang dari Dinkes, termasuk dari petugas vaksinator, Labkesda, dan GFK,” kata Kabid Hariyanto di akhir pembicaraan.(LEO)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.