2023, Geo Dipa Energi Garap WKP di Jawa Timur

Apabila Progres Rampung, Maka Proyek WKP Welirang Merupakan Proyek ke 6 Yang Telah Dikembangkan Geo Dipa Untuk Memenuhi Kebutuhan Listrik Nasional

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang panas bumi (geothermal) yaitu PT Geo Dipa Energi Persero, tengah berencana melakukan pengeboran Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Arjuno Welirang, Jawa Timur, di tahun 2023 yang akan datang. Langkah tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan listrik nasional sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1748 K/30/MEM/2017 tanggal 11 April 2017.

“Ke depan Geo Dipa akan mengembangkan Arjuno Welirang di Jawa Timur. Untuk pengembangan Arjuno Welirang akan ngebor di tahun 2023. Saat ini sedang melakukan sosialisasi dan perubahan Tahura untuk Hutan pakai sesuai Proyek Strategi Nasional (PSN),” ungkap Direktur Utama Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim, di Jakarta, Kamis(21/10).

Riki menjelaskan terdapat 5 proyek Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang sudah, maupun tengah digarap Geo Dipa Energi hingga saat ini. Diantaranya, WKP Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara/Wonosobo, dengan kapasitas cadangan 400 MW dan telah beroperasi sebesar 60 MW. Selain itu WKP Patuha, di Kabupaten Bandung dengan kapasitas cadangan 400 MW dan telah beroperasi sebesar 60 MW. Serta WKP Candradimuka, Banjarnegara dengan kapasitas cadangan 90 MW dengan status eksplorasi dan WKP Arjuno Welirang, meliputi wilayah Kabupaten Mojokerto, Pasuruan Malang dan Kota Batu. Yang terakhir adalah WKP Candi Umbul Telomoyo, meliputi Kabupaten Semarang, Magelang, Boyolali, Tumegung dan Kota Salatiga dengan kapasitas cadangan 55 MW berstatus tahap eksplorasi.

Sebagai satu-satunya BUMN yang bergerak di sektor panas bumi, Geo Dipa bertanggung jawab melakukan pengelolaan penugasan atas WKP yang diberikan oleh pemerintah, termasuk pemanfaatan melalui proyek-proyek pembangunan dan pengembangan.

World Bank tercatat telah mengucurkan dana hibah mencapai US$120 juta tanpa APBN untuk melakukan kegiatan eksplorasi di 4 wilayah kerja panas bumi di Indonesia. Program ini telah ditugaskan pemerintah kepada perusahaan negara. Diantaranya PT Sarana Multi Infrastruktur Indonesia dan PT Geo Dipa Energi (Persero), serta PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, untuk mengakselerasi peningkatan pembangunan energi terbarukan panas bumi melalui Government Drilling.

Skema pemboran eksplorasi telah diatur agar dana hibah yang tidak perlu dikembalikan tersebut dapat digunakan kembali seperti pada skema lelang. Dimana dana kompensasi dari pemenang lelang itu akan digunakan kembali untuk melakukan eksplorasi pada lapangan panas bumi lainnya (Revolving Scheme).
Dengan asumsi sukses rasio eksplorasi 50%, melalui skema lelang maka penggunaan dana Geothermal Energy Upstream Development Program (GEUDP) diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan program pemerintah government drilling eksplorasi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 62 Tahun 2017, minimal pada 7 wilayah panas bumi.

“Potensi WKP Arjuno Welirang ekivalen sekitar 200 MW dan kami siap dengan 55-80 MW pertama dan selanjutnya terus berkembang sampai cadangan disana. Perkirakaan saya 150 MW,” jelas Riki.(NUB)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.