Hari Jadi 18 Tahun, Geo Dipa Berhasrat Tuntaskan EBT dengan Terobosan saat Kenormalan Baru

Mencari terobosan dengan penelitian dari dampak pandemi covid-19

Jakarta – Perusahaan pelat merah energi panas bumi: PT Geo Dipa Energi (Persero) genap berusia 18 tahun pada 5 Juli lalu. Dalam rangka memperingati hari jadi, BUMN geothermal tersebut mengusung tema ‘Semangat Membangun Negeri’. Sejumlah terobosan pun dilakukan dalam mengantisipasi pandemi covid-19 yang belum juga reda.

Direktur Utama Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim mengatakan tema tersebut diusung sebagai optimistis pertumbuhan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) pasca pandemi Covid-19. “Geo Dipa percaya, energi terbarukan seperti Panas Bumi akan menjadi pondasi yang kuat bagi Indonesia untuk pemulihan ekonomi pasca pandem,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat akhir pekan lalu.

PT Geo Dipa Energi (Persero) siap menghadapi era kenormalan baru dengan berbagai strategi yang harus dilakukan untuk menjadi perusahaan energi geothermal yang andal dan membantu mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

Riki menyebutkan ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam menghadapi perekonomian Indonesia pada era normal baru, salah satunya digitalisasi ekonomi. Dia beralasan, pandemi covid-19 telah menyebabkan pergeseran sektor unggulan, sehingga perlu melakukan beberapa terobosan seperti digitalisasi ekonomi guna mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

Direktur Utama Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim/foto: istimewa

“Pergeseran sektor unggulan yang terjadi telah berimplikasi pada pentingnya digitalisasi ekonomi untuk mempercepat proses recovery perekonomian pada masa new normal,” ujarnya.

Perlu diketahui, Geo Dipa merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 1 berkapasitas 55 megawatt (MW) dan PLTP Patuha Unit 1 berkapasitas 60 MW.

Riki menjelaskan beberapa kesimpulan penting dari hasil riset untuk melakukan terobosan antara lain bahwa pandemi virus corona serta kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah di Indonesia telah membawa tatanan kehidupan baru bagi masyarakat yang kemudian dikenal dengan istilah new normal (kenormalan baru).
“Kesimpulan lain dari hasil riset adalah sektor unggulan nasional pada era new normal adalah sektor konstruksi khususnya infrastruktur termasuk ketenagalistrikan, sektor industri pengolahan, sektor informasi dan komunikasi serta sektor jasa keuangan dan asuransi,” tuturnya.

Dia menambahkan kesimpulan lain adalah DKI Jakarta sebagai satu-satunya provinsi di Jawa yang seluruh sektor unggulannya di bidang jasa yang relatif bertahan pada masa pandemi covid-19. Sementara provinsi-provinsi lain di Jawa, menurutnya diprediksi bakal mengalami pergeseran sektor unggulan pada era normal baru menuju sektor informasi dan komunikasi karena masih minimnya pergerakan pembangunan.

Di usia ke-18, PT Geo Dipa Energi (Persero) merayakan secara sederhana dengan menerapkan protokol covid-19 di dua unit wilayah kerja PLTP Dieng, PLTP Patuha, dan di kantor pusat Jakarta.

Dirinya menambahkan, kemajuan pesat Geo Dipa selama 18 tahun ini dilakukan melalui pengoperasian PLTP Dieng Unit 1, pembangunan PLTP Patuha Unit 1 yang selesai pada 2014 serta pengembangan PLTP Dieng Unit 2 dan 3 serta PLTP Patuha Unit 2 dan 3.

Riki menegaskan pandemi covid-19 dan era kenormalan baru bukan alasan kinerja perusahaan tidak optimal, justru menjadi tantangan dan pembuktian agar Geo Dipa menjadi perusahaan energi geotermal yang andal dan terpercaya.

Panas bumi merupakan sumber energi baru dan terbarukan. Pemerintah terus mendorong pengembangan panas bumi untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025. Geo Dipa yang merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan berupaya menuntaskannya. (Nap)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.