Wednesday, April 2, 2025
HomeEkonomiPejabat Fungsional PUPR Penggerak Pembangunan Infrastruktur

Pejabat Fungsional PUPR Penggerak Pembangunan Infrastruktur

Jakarta, Inventori.co.id – Acara launching Sistem Informasi Manajemen Motor Penggerak PUPR (SI-Mentor PUPR) menjadi bagian acara Temu Ilmiah Tahunan I Jabatan Fungsional Bidang PUPR di Jakarta, Senin (9/7/2018). Sekjen PUPR Anita Firmanti mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, para pejabat fungsional (Jafung) bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan motor penggerak pembangunan infrastruktur, sementara pejabat struktural berperan sebagai pembina.

Sekjen PUPR Anita Firmanti menjelaskan, “Peran Jafung sangat penting sehingga perlu terobosan baru dalam pengembangannya. Posisi dan peran Jafung juga perlu diatur lebih jelas dalam unit organisasi sesuai dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PP nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen Pegawai Negeri Sipil,” jelas nya.

Menurutnya, Jabatan fungsional Bidang PUPR adalah Jafung dibawah pembinaan Kementerian PUPR, yakniTeknik Pengairan, Teknik Jalan dan Jembatan, Teknik Tata Bangunan dan Perumahan, Teknik Penyehatan Lingkungan, dan Pembina Jasa Konstruksi. Jumlah Jafung bidang PUPR sebanyak 2.879 orang dari 3.866 orang Jafung yang ada.
Sisanya sebanyak 987 orang merupakan Jafung yang pembinanya adalah Kementerian/Lembaga lain seperti Jafung Peneliti, Perencana, Pranata Humas, dan Perpustakaan.

Sementara itu, Lolly Martina Married Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) mengungkapkan, “Jumlah Jafung bidang PUPR masih 10% dari jumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) Kementerian PUPR sekitar 22.914 orang. Jumlah ini akan ditambah melalui inpassing dan pengangkatan CPNS 2017-2018 dalam formasi Jafung sebanyak 982 orang,” ungkapnya.

Lolly menerangkan, dalam berkarir di Kementerian PUPR juga dimungkinkan pola zig-zag, Jafung ditugaskan untuk menjabat jabatan struktural dan nanti kembali lagi menjadi Jafung. Dengan demikian akan memperkaya wawasan dan kemampuannya.

Ia menambahkan, Tantangan yang dihadapi Jafung yakni masih adanya penugasan pekerjaan yang tidak sesuai dengan tugas Jafung. Akibatnya yang bersangkutan kesulitan mendapatkan angka kredit untuk peningkatan karirnya kedepan. Kompetensi Jafung juga perlu terus ditingkatkan sehingga menjadi ahli pada bidangnya.

“Pada tahun 2018, BPSDM memprogramkan untuk memberikan pelatihan dengan target peserta sebanyak 1.200 orang bersertifikat. Artinya ada peningkatan keahlian,” kata Lolly.

(Minggus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BACA JUGA