Musibah Danau Toba Hotman Paris Angkat Bicara, Menhub Tanggapi Kapasitas Penumpang

Sumut, inventori.co.id – Musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara membuat geger masyarakat, baik di sumut maupun di Pulau Jawa. Begitu juga dengan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea selaku putra daerah, ia angkat bicara mengenai insiden Danau Toba.

Terkait hal itu, Hotman Paris merasa sedih karena peristiwa itu terjadi di kampung halamannya.  Diketahui hingga saat ini laporan yang masuk ke posko terus bertambah, dari 166 penumpang menjadi 192 orang, di antaranya 18 orang selamat dan 4 telah ditemukan meninggal dunia.

Database korban hilang yang  masuk sesudah data sebelumnya 180 orang :

Foto Abdi Tumanggor.
(sumber tribun-medan.com)

Sementara, Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Pemkab Samosir, Pemkab Simalungun, dan Pemprov Sumut masih terus melakukan pencarian yang dilakukan sejak Senin (18/6/2018) malam, hingga terhenti karena terkendala cuaca. Namun, dilanjutkan kembali pada hari Selasa (19/6/2018) dan saat ini Rabu (20/6/2018).

KM Sinar Bangun diperkirakan membawa ratusan penumpang dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten SImalungun, tenggelam pada Senin (18/6/2018) petang.

Melalui postingannya di Instagram, Hotman Paris mengemukakan pandangannya terhadap insiden itu. Ia menilai, ada pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian tenggelamnya kapal.

Hotman mengungkapkan adanya kejanggalan di dermaga Danau Toba, yakni tak ada petugas yang berjaga di sana.

Hotman Paris Murka Banyaknya Korban Jiwa di Danau Toba, Hingga Menhub Ungkap Kapasitas Penumpang!
(sumber tribun-medan.com)
“Kasus kecelakaan kapal motor di danau Toba ternyata memakan korban banyak. Saya sering naik kapal menyebrangi Danau Toba di kampung halaman saya tak pernah melihat petugas pelabuhan ada di dermaga. Bapak kapolda tangkap semua pelakunya yang lalai melaksanakan tugas,” ungkap Hotman dalam Video Postingannya di Instagram.
Ia juga meminta kepada Menteri Perhubungan untuk memecat petugas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) yang diduga melakukan kelalaian.

Hotman mengungkapkan, “Kepada pemerintah pusat ini lah contoh penerapan pancasila keadialan sosial. Tindakan konkrit bukan pidato-pidato di televisi, pancasila butuh tindakan kongkrit. Korban begitu banyak di kampung saya di Danau Toba” Ujarnya.

Dugaan Tenggelamnya kapal akibat angin kencang di perairan Danau Toba serta over kapasitas muatan kapal. Selain mengangkut ratusan penumpang, dari kesaksian korban selamat bernama Riko Syahputara, diperkirakannya kapal yang ditumpanginya itu juga mengangkut sekitar ratusan unit sepeda motor.

Akibat kapal yang mengangkut penumpang itu tidak memiliki dokumen muatan (manifes) penumpang maupun barang. Sehingga, petugas hanya menerima berdasarkan laporan dari pihak keluarga yang merasa kerabatnya turut menjadi penumpang kapal tersebut serta diperoleh dari keterangan korban selamat.

Menurut kesaksian salah satu korban yang selamat bernama Riko mengungkapkan, “awalnya kapal berangkat dengan kondisi normal. Saat di tengah danau, ombak semakin kencang. Lalu kapal oleng ke kanan tiga kali lalu terbalik dan tiba-tiba karam. Penumpang berjatuhan ke Danau, Mereka terombang-ambing sekitar satu jam di tengah danau hingga datangnya pertolongan. Kami ada satu jam di tengah danau. Aku pegang helem,” ugkapnya di Puskesmas Simarmata (19/6/2018)

Menurut saksi, penumpang kapal yakni anak-anak dan orang tua. Rata-rata mereka yang menumpangi kapal merupakan rombongan.

Penumpang KM Sinar Bangun Semestinya 43 Orang

Dalam insiden ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkap, KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba semestinya hanya berkapasitas 43 orang penumpang.

Pada acara konferensi pers nya di Posko Angkutan Nasional Angkutan Lebaran Kantor Kementerian Perhubungan (20/6/2018) kmrin mengatakan, “Kapal ukuran 35 GT (gross tonage) berkapasitas 43 orang. Kapal kecil,” kata nya.

Ia menjelaskan, ketika melakukan perjalanan, hujan deras turun disertai angin kencang dan petir. Tidak hanya itu, tinggi gelombang dilaporkan mencapai 2 meter. Ketika melakukan perjalanan, kapal tersebut hanya memiliki sedikit jaket pelampung (life jacket). KM Sinar Bangun hanya memiliki sekitar 45 life jacket, jelas Budi. 

“Life jacket hanya ada 45. Bayangkan penumpang sebanyak itu, banyak yang tidak pakai life jacket,” sebut Budi melansir tribun-medan.com

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memimpin konferensi pers terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (20/6/2018).
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memimpin konferensi pers terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (20/6/2018). ( Sumber tribun-medan.com/doc kompas.com)

“Saya tidak bisa katakan langsung (kapal kelebihan penumpang), potensi kelebihan (penumpang) ada,” jelas Budi.

Potensi tersebut ditandai dengan tidak diberikannya manifes. Selain itu, diindikasikan ada kecurangan sehingga penumpang tidak dinyatakan dalam manifes dan Surat Ijin Berlayar (SIB).

Meskipun demikian, segala kemungkinan tersebut akan diteliti lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Foto Abdi Tumanggor.
(sumber foto tribun-medan.com)

Hari ketiga Rabu (20/6/2018), pencarian korban mulai berhasil ditemukan di Perairan Danau Toba. Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan yang berperan sebagai SAR Mision koordinator mengatakan, hingga pukul 11.00 WIB pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam, sudah ditemukan 2 mayat.

“Korban pertama ditemukan pukul 07.00 WIB di pantai dekat PT Japfa pada koordinat N 02°46.317′ E 098°59.135, seorang perempuan dievakuasi pukul 08.00 WIB, oleh regu Basarnas dan diserahkan ke Dinas Kesehatan,” kata Budiawan, Rabu (20/6/2018) kemarin.

Budiawan menjelaskan, dalam penemuan mayat korban tersebut, ditemukan ceceran korban berupa sepatu, dompet dan kotak video cd di lokasi koordinat, 02°46’00” N dan 098°49’00″E. Selanjutnya pada pukul 10.00 WIB korban meninggal dunia dievakuasi ke Polres Simalungun

“Sekitar pukul 10.50 WIB kembali ditemukan lagi 1 korban lainnya, di daerah Sumbal. Korban berjenis kelamin perempuan dan telah Meninggal Dunia dan diserahkan ke RSUD Tuan Ronda Haim Pematang Raya,”  terang Budiawan.

Budiawan merincikan bahwa korban kedua yang ditemukan hari ini(kemarin) seorang perempuan.

Ciri-ciri korban  rambut sedikit pirang, memakai celana jins, baju kaos hitam, jaket jeans dan memakai tas kulit bewarna cokelat, serta ada ada bercak darah di areal bibir dan kulit telah membiru. “Yang jelas hingga hari ketiga, korban KM Sinar Bangun yang selamat berjumlah 18 orang, serta korban meninggal dunia telah berjumlah 3 orang,” jelas nya.

(Minggus)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.