Surat “Cinta” Pajak Menperin ke Menkeu

JAKARTA – INVENTORI.CO.ID – Beredar informasi kalau Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengirimkan surat usulan soal keringanan pajak kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Alasannya, perlu perhatian buat perhatian yang memberi perhatian bagi pendidikan dan penelitian di dalam negeri.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara mengakui, kalau Menperin Airlangga yang notabene Ketum Partai Golkar sudah mengirimkan surat usulan adanya insentif pajak berupa tax allowance teruntuk industri yang ikut mengembangkan pendidikan vokasi dan melakukan kegiatan inovasi berupa penelitian dan pengembangan di dalam negeri sebesar 200 persen hingga 300 persen.

Ngakan menjelaskan, potongan pajak 200 persen teruntuk kalangan industri yang turut aktif dalam mengembangkan pendidikan vokasi. Sementara yang lebih besar hingga potongan 300 persen untuk perusahaan industri yang mengembangkan inovasi. “Saya contohkan misalnya sebuah perusahaan bekerja sama dengan SMK untuk memberikan pelatihan dan pembinaan, penyediaan alat industri hingga kegiatan permagangan dengan menghabiskan biaya Rp1 miliar, maka pemerintah akan memberikan potongan Pajak Penghasilan (PPh) hingga Rp200 miliar kepada perusahaan tersebut.” terangnya kemarin seperti dilansir dari kantor berita antara.

Hal yang sama akan diberlakukan untuk perusahaan yang mengembangkan kegiatan inovasi di dalam negeri, di mana mereka akan mendapat potongan hingga 300 persen dari PPH yang harus dibayarkan kepada pemerintah. “Jadi bentuknya pemotongan pajak, tidak berupa uang,” ujar Ngakan.

Setelah disetujui, pemotongan pajak ini akan diberlakukan untuk semua industri yang telah mulai berkontribusi dibidang pendidikan vokasi dan inovasi. “Kalau sudah berlaku, mereka akan kami data. Jadi, ini bukan hanya untuk industri yang baru akan melakukannya. Berapa batas-batas biayanya belum ditentukan,” tunjuknya.

Menurut Ngakan, usulan tersebut disampaikan ke Kementerian Keuangan berdasarkan beberapa negara yang telah berhasil memajukan industri maupun mengembangkan Sumber Daya Manusia dan teknologinya dengan cara tersebut. “Thailand sudah melakukan ini, Singapura lebih hebat lagi dia melakukannya. Jadi, jangan sampai kita tertinggal. Mereka sudah terbukti berhasil melakukannya,” kata Ngakan.

Dirinya tak lupa menambahkan, usulan tersebut diharapkan dapat diterima untuk mendorong industri terlibat dalam pengembangan SDM dan inovasi, di mana kedua hal tersebut sangat dibutuhkan untuk kemajuan indutri di masa yang akan datang.

Diketahui, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk melakukan pembahasan terkait usulan tersebut pada September 2017. Belum ada tanggapan, hingga kini Kemenperin masih harap cemas menunggu tanggapan dari Menkeu. “Kita masih menunggu, semoga segera apa tindak lanjut,” harap Ngakan. (Nap/Ant)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.