Jasa Marga Tutup Pelatihan Alih Profesi Karyawan

Jakarta – Paska penerapan elektronifikasi di seluruh ruas jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui Jasa Marga Learning Institute (JMLI) menggelar Program Alih Profesi (A-Life) bagi para petugas pengumpul tol yang memilih profesi baru sebagai entrepreneur.

“Opsi entrepreneur merupakan bagian dari Program Alih Profesi yang disiapkan oleh Jasa Marga sebagai bentuk antisipasi terhadap pengurangan SDM yang terdampak elektronifikasi, Jasa Marga telah menyiapkan Program Alih Profesi dengan menyediakan lebih dari 900 formasi di Kantor Pusat, Cabang dan Anak Perusahaan, serta enterpreneur yang dapat dipilih oleh para karyawan yang berminat untuk berwirausaha,” ujar Dwimawan Heru Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) dalam rilisnya yang diterima INVENTORI, Minggu (03/11/2017).

Penyelenggaraan Program Alih Profesi menjadi enterpreneur mendapat respon positif dari para karyawan. Hal ini terlihat dari antusiasme karyawan yang mengikuti pelatihan program A-Life, sebanyak 188 orang dari total 314 orang lebih peminat program A-Life menjadi enterpreuneur dari seluruh Cabang di Indonesia, yang dilaksanakan sejak 23-30 November 2017.

Dwimawan Heru mengatakan, Pelatihan yang dilakukan dalam beberapa batch ini, akan terus di selenggarakan hingga semua peserta berkesempatan untuk mendapatkan pemahaman yang sama.

“Pelatihan program berwirausaha ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, motivasi, sekaligus mempersiapkan diri menjadi seorang entrepreneur. Para karyawan diberikan materi pelatihan sesuai dengan kompetensi yang diperlukan, oleh sejumlah narasumber dan praktisi kewirausahaan,” kata Dwimawan Heru.

Dia menjelaskan, para karyawan diberikan pemahaman dan strategi untuk mengelola keuangan, kiat membangun bisnis bagi karyawan, serta pemahaman akan pentingnya membangun relasi dalam dunia bisnis.

Selain itu, Ia juga menjelaskan, bagi para karyawan yang mengikuti alih profesi menjadi wirausaha, Jasa Marga memberikan manfaat tambahan di atas ketentuan normatif yang diberikan, yaitu Manfaat Pensiun DPJM/DPLK sesuai peraturan perusahaan, Manfaat Purnakarya sesuai masa kerja (maksimal 24 bulan gaji) dibayar tunai di muka, dan masih memperoleh bantuan modal kerja dengan besaran hingga 200 juta rupiah (diluar manfaat-manfaat di atas). “Jasa Marga juga menawarkan fasilitas outlet untuk berjualan di rest area-rest area di jalan tol milik Jasa Marga,” katanya.

Program A-Life dirancang bersama antara Manajemen Jasa Marga dan Serikat Karyawan Jasa Marga (SKJM). Semua sosialisasi program dilakukan bersama dan karyawan diberikan kebebasan memilih.

Program Alih Profesi ini oleh Manajemen dan SKJM secara bersama sudah dilaporkan dan mendapat tanggapan serta dukungan yang positif dari Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dan Ditjen PHI berkesimpulan bahwa hubungan industrial di Jasa Marga telah berjalan dengan baik dan kondusif.

Selain itu, program alih profesi ini juga mendapat tanggapan dan dukungan yang positif dari Federasi Serikat Pekerja BUMN, dan Jasa Marga dinilai telah berhasil menjadi pilot project penanganan SDM paska elektronifikasi jalan tol. (ferry)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.