Begini Program Kapolres Metro Jakpus

INVENTORI.CO.ID-JAKARTA-Meracik program pada harmonisasi bersahaja antara Polri, masyarakat, pemerintah daerah, TNI, dan segenap elemen lainnya. Soliditas dijaga, sinergitas dibangun, dan ketegasan dihadirkan.

Komisaris Besar (Kombes) Polisi Suyudi Ario Seto baru menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) sejak medio Maret lalu. Namun kiprahnya langsung menancapkan pondasi kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Mellihat karakteristik wilayah hukum lingkup Polres Metro Jakpus sendiri cukup unik. Sebagai bagian ibu kota Negara, terutama pada bagian tengah yang menjadi pusat pemerintahan. Tentunya menjadi baro meter dalam skala nasional. Apalagi, di Jakpus banyak terdapat objek-objek vital nasional seperti Istana Negara, gedung-gedung pemerintahan seperti kementerian atau lembaga negara, balai kota. “Jakpus itu jadi kunjungan kenegaraan,” sebut jebolan Akpol tahun 1994 ini.

Di satu sisi, Jakpus merupakan wilayah dengan pemukiman padat penduduk. Hunian yang menempel erat sebut saja seperti kawasan Johar, Tanah Abang , Senen, Cempaka Putih, dan  Kemayoran. “Karakteristik Jakpus itu bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi menjadi pusat pemerintahan sekalgus pemukiman padat penduduk yang secara ekonomi kesenjangannya cukup jomplang,” tunjuk mantan Kapolres Bogor Kota ini.

Ia memberi contoh kawasan penduduk yang terdapat kesenjangan ekonomi. Contohnya di Menteng. Di daerah ini, terkenal dengan kawasan elite para taipan atau tokoh nasional. Meski begitu juga banyak penduduk dari golongan ekonomi kurang mampu. “Dengan karakteristik masyarakat yang cukup berbeda ini muncul potensi gangguan kantibmas yang cukup tinggi,” imbuhnya.

Nah dalam menjaga harmonisasi kamtibmas dirinya telah membidani lahirnya program-program unggulan bidang kamtibmas. Hal ini tentu dilatar belakangi dengan kebijakan Promoter (Profesional Modern Terpercaya) yang digaungkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Suyudi meresapi kunci suksesnya ialah buah  kerja  keras  seluruh  personel  dengan  dukungan yang kuat dari pemerintah, masyarakat  dan para stake holder lainnya.

“Keamanan sektor amat penting  bagi setiap  negara. Variabel  keamanan sebagai determinan bagi terpenuhinya atau terlambatnya variabel  yang lain dalam  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara. Oleh karena  itu  keamanan dalam  negeri  merupakan syarat  utama  dan pondasi  penting  dalam  pembangunan nasional  dalam  mendukung terwujudnya masyarakat  madani  yang adil, makmur  dan beradab berdasarkan  Pancasila   dan   UUD   1945.   Perkembangan lingkungan   strategi global, regional, dan nasional terus berubah setiap saat. Termasuk Jakpus  yang merupakan jantung dari Ibukota Negara,” jelas lelaki kelahiran Jakarta, 14 Juli, pada 44 tahun silam ini.

Dengan pesatnya perkembangan global maka membawa dampak negatif pula seperti kejahatan dimensi  baru  antar negara atau disebut trans nasional  crime, misalnya  kejahatan narkoba  dengan  berbagai  modus  operandi yang baru, terorisme dan radikalisme global seperti munculnya kelompok  ISIS, dan  kejahatan cyber. “Ada beberapa potensi  kerawanan kamtibmas. Polri dalam hal ini Polres Metro Jakarta Pusat tetap berkomitmen dalam menjaga  kebhinekaan, kerukunan  bangsa   serta  menegakan  persatuan dan  kesatuan  bangsa  dalam  bingkai  NKRI. Kekurangan dalam kepuasan kepada  masyarakat atas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, maka dibuat inovasi atau terobosan kreatif,” sebut mantan Wakil Kapolres Jakarta Barat ini.

“Sejak saya dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat saya sudah banyak menlahirkan prorgram yang ditujukan kepada masyarakat. Ada program Polisi RW  yaitu satu polisi untuk satu RW ini yang sudah berjalan dengan berbagai pelatihan kepada pembekalan materi kepada anggota,” tukasnya.

Polisi masyarat (Polmas) baginya menjadi bagian penting dalam keberhasilan tugas Polri. Karenanya, berbagai program pelibatan Polri, dalam hal ini jajaran Polres Jakpus pun mengendepankan pemeliharaan harmonisasi, termasuk dalam wadah spiritual. “Kita juga ada program Polisi Cinta Masjid. Kegiatan ini dilakukan seperti shalat berjamaah dari subuh sampai isya. Kegiatan rutin saat shalat Jumat. Dan pada saat bulan puasa, ada shalat tarawikh keliling, dilanjutkan pemberian tausiah kamtibmas. Tak lupa pemberian wakaf seperti Al-quran, infaq atau sadakoh . Ini menurut saya hal yang sangat baik, karena kegiatan di dalam rumah ibadah ini kita akan bertemu dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dan disitulah kita bisa menyampaikan hal-hal yang terpenting terkait kamtibmas sehingga kita dapat mengajak peran dari tokoh-tokoh tersebut,” urainya.

Setiap Kamis juga ada program khusus bertema amal. Namanya Kamis Bersadakoh. Mulai dari Kamis pagi diadakan penyisihan harta sesuai kemampuan dari para anggota guna diberikan kepada pihak-pihak yang kurang mampu dan membutuhkan. “Anggota bisa  menyisihkan hartanya sesuai kemampuannya. Tidak di patok berapa besaran yang harus diberikannya. Nanti disampaikan pada orang-orang yang berhak. Dalam hal ini masyarakat yang membutuhkan khususnya  di lingkungan sekitar Polres Metro Jakpus kepada orang yang kesulitan. Kemudian program dilanjutkan dengan pembinaan rohani dan mental dilaksanakan setiap hari Kamis malam,”  beber lelaki berkulit putih ini.

Dirinya yakin kalau jajaran Polri harus bisa mendekatkan kepada masyarakat lewat merajut peran serta secara bersama. Karenanya ragam kegiatan pemolisian dilakukan dari masjid-masjid, sekolah-sekolah, kampus, maupun dimana pun berada. Dengan mengaktifkan peran serta masyarakat secara optimal, maka tugas kepolisian akan lebih mudah, sekaligus masyarakat merasakan kenyamanan dan perlindungan.

Kapolres Jakpus membonceng Dandim 0501/JP Mengawal Aksi 313 foto channel-indonesia.com

Kapolres Metro Jakpus memberi perhatian dan harapan kepada kalangan anak muda, para generasi penerus. Karenanya digelontorkan program bertajuk Polisi Masuk Kampus atau Sekolah. Suyudi berharap kegiatan ini bisa efektif dan efieisen memberikan sosialisasi terkait kamtibmas, seperti terkait bahaya narkoba atau minuman keras (miras), kejahatan bermotor dan hal-hal yang lain yang dianggap bisa menjadikan mahasiswa dan pelajar sebagai pelaku dan korban kejahatan itu sendiri. “Ini yang yang harus kita jaga,” ujarnya,

Lalu, pada Kapolres Metro Jakpus juga membentuk tim khusus siaga yang bereaksi cepat tanggap dalam mengatasi kejahatan bernama Tim Alpha Pus dan Tim Pemburu Narkoba. “Tim Alpha Pus tugasnya lebih kepada pencegahan, penindakan kepada kejahatan jalanan keras yang ada di wilayah Jakpus seperti curanmor (pencurian kendaraan bermotor), tawuran antar kelompok, kemudian premanisme. Untuk Tim Pemburu Narkoba tugasnya khusus penindakan narkoba. Anggotanya ada 12 orang masing-masing kelompok 2 anggota 2 perwiranya,” telisiknya.

“Kalau secara kuantitas anggota kita 17 personil kita memang masih kurang. Tapi dengan jumlah anggota yang tebatas bukan berarti kita tidak dapat  menjalankan tugas dengan baik.  Untuk itu saya optimalisasi dengan kegiatan Polisi RW. Karena dengan dekatnya polisi di masyarakat ada kepercayaan dari masyarakat, ada rasa cinta terhadap polisi . Rasa kepercayaan dan rasa cinta ini otomatis harapannya kantibmas bisa terwujud,” begitu Suyudi menambahkan.

Yang tak terlupakan adalah soliditas tim di internal jajaran Polres Metro Jakpus sendiri. Suyudi mengedepankan konsep silaturahmi dan kekeluargaan. Sebut saja perhatian sekaligus pertolongan kepada anggota jajarannya yang terkena musibah atau sakit. AKI, atau anjang sana kita, sebagai wujud implementasi perekat kebersamaan, untuk saling memberi perhatian. Bila ada anggota di jajaran Polres Metro yang sakit segera dikunjungi dan diberikan bantuan medis, dana, dan moril. “Kegiatan ini dipercayakan ke pada Kabag Sunda nanti secara aksinya mendatangi anggota-anggota yang sakit bersama tim dokter. Tim dokter memberikan support secara medis. Banyak juga anggota-anggota yang sakit kita bantu berikan santunan, kita datangi berikan sentuhan moril dan medis,” paparnya.

Selain itu, ada pula program sinergisitas dengan kelembagaan lainnya. Program giat ini adalah Apel Wilayah Kebersamaan sebagai kebiatan bersama kewilayahan secara terpadu bersama para stakeholder dan dibantu dengan TNI, dan instansi pemerintah kota. Tentunya bertujuan membangun sinergritas antara kebijakan di wilayah Jakpus. “Kita bangun sinergi tiga pilar dari jajaran pemerinrah kecamatan, polsek dan koramil. Sehingga, kita dapat melaksanakan  kegitatan di dalam rangka memelihara situasi di wilayah agar lebih sinergi dan lebih kompak,” harapnya.

Begitu beberapa program kegiatan yang dikembangkan Kombes Suyudi. Dalam statistiknya, jajaran Polres Metro Jakpus bisa terarah ke Promoter. “Saya pikir semua sudah dilakukan oleh masing-masing kepala bidangnya dan kita selalu mengevalusi. Sampai saat ini kita selalu membuat laporannya dan sangat bagus hasilnya. Contohnya dalam menangkal radikalisme  kita masukkan Program Polisi Cinta Masjid. Kepada tokoh-tokoh agama, kita memberikan pemahaman sehingga masyarakat kita di awal tidak salah aqidah,” selorohnya.

Ia pun memberi himbauan kepada masyarakat untuk senantiasa bergandeng tangan dalam menjaga kebersamaan, kekompakan dan sinegritas. “Baik itu tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, pemuda , Polri, TNI, dan elemen masyarakat lainnya. Karena, kalau kita sudah kuat bergandengan tangan Insya Allah masyarakat juga akan merasakan nyaman dan aman, dan situasi akan kondusif,” pintanya.

Begitu pula kepada jajaran anggota di wilayah Polres Metro Jakpus. Suyudi meminta kepada seluruh anggota untuk selalu dekat dengan masyarakat. Bisa harmonis menjalin komunikasi kemudian saling bertukar informasi. Apalagi, lanjutnya, situasi saat ini masyarakat  mudah diperkeruh dengan provokasi, hanya dari informasi salah pada media sosial.

“Di media sosial ini potensi berita-berita yang bohong dan hoax itu sangat tinggi. Sehingga berpotensi untuk hate speech, saling menghina, saling menghujat, apalagi fitnah. Jangan mudah percaya dengan berita. Tanya dulu kepada yang berkompenten di bidangnya. Jangan asal share karena kalau bohong atau fitnah menjadi berkembang di masyarakat bisa berbahaya memecah- belah. Hati-hati dengan media sosial karena media sosial itu tidak bisa kita tegas tapi kita harus bijak menyikapinya,” begitu pesan Kapolres Metro Jakpus ini kepada segenap elemen masyarakat, instansi pemerintah, maupun jajaran di tubuh Polri sendiri. (Nap/Majalah Tribratanews)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.