Begini Akpelni Siasati Persaingan MEA

Wisuda Akpleni ke-38
Wisuda Akpleni ke-38

INVENTORI.CO.ID -Semarang – Berdiri sejak 17 September 1964, Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang kian agresif membentuk tenaga kerja bidang maritim secara profesional. Guna membendung serbuan lembaga pendidikan sejenis dari luar negeri pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan lewat berbagai pengadaan fasilitas dan perbaikan pendidikan.

Direktur Akpelni Capt Achmad Sulistyo MM MMar mengungkapkan, pihaknya berupaya memenuhi implementasi Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW)  Amanademen 2010 yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO). Serta, peraturan dalam negeri yang berasal dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan tentang Petunjuk Teknis Penerbitan Pengesahan atau approval program diklat kepelautan pada lembaga diklat program pembentukan atau perguruan tinggi untuk mendapat sertifikat Ahli Nautika Tingkat III dan Ahli Teknika Tingkat III.

“Ada delapan syarat yakni sarana prasarana, pendidikan dan tenaga pendidikan, pengelolaan pendidikan, pembiayaan pendidikan, kompetensi kelulusan, kurikulum, sylabi dan bahan ajar, proses pelaksanaan diklat dan penilaian pendidikan. Untuk memenuhinya perlu biaya besar. Tapi dari dukungan Yayasan Wiyata Dharma, Akpelni sudah bergerak,” katanya saat dihubungi Rabu (23/10/2015).

Salah satu pengembangan sarana prasarana misalnya, lanjutnya, dengan adanya lima buah simulator. “Program studi Nautika terdiri dari simulator RADAR dan ARPA, simulator ECDIS (electronic chart display information system), simulator GMDSS (global maritime distress safety system). Kalau program studi Teknika berupa full mission engine room simulator. Alhamdulilah, sudah approved Dirjen Perhubungan Laut sehingga Akpelni bisa melakukan beberapa keterampilan  diklat dan menerbitkan sertikat sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Akpelni di bawah Yayasan Wiyata Dharma juga membangun gebung pembinaan karakter empat lantai yang bisa menampung 600 orang dan 10 kamar dosen. “Ini upaya penguatan untuk membentengi masuknya lembaga pendidikan sejenis dari luar negeri pada MEA tahun depan. Perlengkapan simulator bukan saja buat Akpelni, tapi juga untuk masyarakat pelaut yang perlu sertikat keterampilan mengingat waiting list di PIP (Politeknik Ilmu Pelayaran) Semarang cukup panjang,” akunya.

Achmad pun berharap Akpelni bisa mencapai visinya, yakni tahun 2018 bisa menjadi pusat pelatihan dan pengembangan maritim yang diakui secara nasional, bahkan internasional. “Untuk itu, implementasi standar manajemen ISO 9001:2008 yang akan berubah menjadi ISO 9001:2015 harus dipertahankan,” katanya.

Akpelni sendiri sudah melakukan wisuda Perwira Remaja Pelayaran Niaga dan Diploma III ke- 38 tahun 2015 yang dilakukan kemarin pagi di kampusnya, Jalan Pawiyatan Luhur, Semarang. Di mana dalam wisuda ini 446 orang taruna taruni yang lulus. “Tapi tidak semua bisa hadir pada upacara wisuda karena ada yang sudah bekerja dan ada juga yang masih berada di atas kapal,” imbuhnya.

Achmad merinci, sejauh ini Akpelni sudah melulusan 5503 orang. Rinciannya,  1932 dari program studi Nautika, 1794 dari program studi Teknika, dan 1777 jebolan program studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPNK). “Alumninya sudah tersebar kemana-mana sampai penjuru dunia. Bahkan ada yang bilang kalau lulusan Akpelni terkenal di luar negeri,” pungkasnya.Wisuda AKPELNI

SEJARAH PENDIDIKAN AKPELNI

AKADEMI PELAYARAN NIAGA INDONESIA (AKPELNI) berdiri sejak 17 September 1964 di bawah Yayasan Pengabdi Pancasila dengan kali pertama membuka program studi, yakni:  Nautika, Teknika dan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPN).

Guna pengembangan, peningkatan dan eksistensi AKPELNI, pada akhir Oktober 1964, Pimpinan dan Manajemn AKPELNI yang terdiri dari Prof. Sudarto, SH, May. (L) H. Margono, Wim Lambey, Letnan (L) Sartono, dua orang dosen dari pelabuhan dan Syahbandar Semarang, mengajukan proposal kepada Yayasan Sosial Angkatan Laut untuk menjadi Pembina AKPELNI. Alhasil, pada 1 Maret 1969 atas prakarsa (L) H. Margono pembinaan AKPELNI diserahkan dari Yayasan Pengabdi Pancasila kepada yayasan Sosial Angkalan Laut (YASAL). Yang kemudian selanjutnya oleh YASAL  pengelolaan AKPELNI diserahkan kepada INDUK KOPERAS! ANGKATAN LAUT (INKOPAL) di Jakarta.

Pada tahun 1967 AKPELNI terdaftar pada lembaga Pendidikan Direktorat Perhubungan laut dengan nomor : 724 / TKP / Pend / 1967, tertanggal 6 November 1967. Setahun kemudian diselenggarakan jian Negara untuk Angkatan I, yang diselenggarakan oleh Panitia Ujian Negara Gabungan, di Semarang, bersama-sama Akademi maritim lainnya di Jawa Tengah. Dengan demikian AKPELNI adalah Akademi Maritim swasta yang pertama kali diluar Jakarta yang menyelenggarakan Ujian Negara untuk ijazah Mualim Pelayaran Besar III (MPB III) dan Ahli Mesin Kapal Sementara (AMK-IS).

Namun, pada 1972 AKPELNI berdiri sendiri secara mandiri terlepas dari bagian INKOPAL. Dan, pada tahun 1975, AKPELNI mengikut sertakan Taruna untuk Ujian Negara bersama-sama pada tahun 1975 yang mendatangkan Panitia Ujian Negara dari Jakarta. Di tahun ini pulalah AKPELNl mendapat subsidi dari pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah.

Pada tahun 1984 dari surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI , AKPELNI secara resmi ditetapkan jenjang jurusan Nautika, Tehnika dan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan mengikuti Ujian Negara Pro­gram DIII dan  untuk jurusan Nautika dan Teknika akan menerima 2 ijasah: Ijasah Pelaut dan Ijasah D III.

Tahun 1986 dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan lulusan AKPELNI berhak mendapatkan gelar profesional. Gelarnya adalah Ahti Madya (A.Md) Kelautan untuk jurusan Nautika, Ahli (A.Md) Mesin Kapal jurusan jurusan Tehnika, dan Ahli Madya (A.Md) Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan untuk jurusan Ketatalaksanaan.

Pada 1988 dengan surat Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Laut No. PDL. 223 /1 /1988 tanggal 29 Januari 1988 Taruna AKPELNl berhak menempuh Ujian Profesi Ahli Mesin Kapal (AMKA), dengan demikian jurusan Nautika berhak menempuh MPB III dan D III Mualim Pelayaran Besar III. JurusanTeknika AMKA dan DIII (Ahli Mesin Kapal A).

Tahun 1990 setelah diadakan Penelitian dan Penilaian dari Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Perhubungan Laut, maka pada tanggal 16 Mei 1990, berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan, AKPELNI dapat ijin untuk menyelenggarakan Program Diktat / Latihan Nautika (DIII) Tehnika (DIII) Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan (DIII) dengan surat ijin penyelenggaraan program Diktat Latihan Pelayaran No. B. 01/DL002/PDL90 oleh Kepala Pusat Pendidikan dan latihan Perhubungan Laut tanggal 16 Mei 1990.

Tahun 1992 Jurusan Tatalaksana Angkutan Laut dan kepelabuhan diberi status diakui. Lalu, tahun 2000, jurusan Ketatalaksanakan memperoleh kenaikan status menjadi DISAMAKAN. Setahun kemudian AKPELNI Semarang memperoleh Sertifikat ISO 9001 No. QEC 13900 untuk Quality Management System yang diterbitkan oleh Badan Sertifikat International Quality Assurance Ser­vice Lty Limited Australia, tanggal 19 April 2001. Juga mendapat peringkat/klarifikasi ‘B” jurusan Nautika dan Teknika.

Tahun 2002 berdasarkanSuratKeputusanBadan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Indone­sia Nomor : 002/BAN-PT/AK-1/Dpt-lll/IV/02 tentang hasil dan peringkat Akreditasi program studi untuk program diploma di perguruan tinggi dengan hasil jurusan :Nautika adalah C, Teknika adalah C, dan KPN (Ketatalaksanaan)berperigkat B

Penyeienggaraan Diklat Kepelautan Jurusan Nautika dan Teknika medapat ‘Approval Certificate” dari Dirjen Perhubungan Laut tertanggal 13 Agustus 2002 sehingga pelaksanaan program diktat kepeiaulan AKPELNI lelah memenuhi ketentuan IMO sebagaimana dinyatakan daiam STCW78 Amancfement ’95.

Pada tanggal 12 Februari 2007 AKPELNI mendapat perpanjangan ulang ijin penyelenggaraan Program studi 3 tahun kedepan untuk jurusan Nautika, Tehnika dan Tatalaksana sesuai surat keputusan Dirjen Dikti No. Lalu, tanggal 28 Juni 2011 AKPELNI mendapat renewal sertifikat implementasi sistem penjaminan mutu ISO 9001:2008 dengan nomor sertifikat QEC25694.

Tahun 2012 berdasar SK BAN PT No. 019/BAN-PT/Ak-XII/Dpl-III/VIII/2012 tanggal 3 Agustus 2012 program studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPN) terakreditasi “B”.  Kemudian hal ini diikuti program studi Nautika dan Teknika terakreditasi “B” sejak  8 Desember 2012.

Tahun 2013 penyelenggaraan diklat Ahli Nautika Tingkat III dan Ahli Teknika Tingkat III memperoleh perpanjangan approval dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut No. SM.307/4/15/DJPL-13 tanggal 26 Agustus 2013 untuk Nautika dan  No. SM.307/4/14/DJPL-13 tanggal 26 Agustus 2013 untuk Teknika.  Pada tahun yang sama juga diberikan approval penyelenggaraan diklat keterampilan khusus pelaut Bridge Resource Management (BRM) No. SM.307/4/16/DJPL-13 tanggal 26 Agustus 2013.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.