Hati Memilah Pasangan Calon!

KPK banyak menjerat para kepala daerah untuk masuk bui. Karena itu, pilih calon yang jujur berintegritas, dan punya visi membangun.

Seorang warga mencelupkan jarinya ke tinta usai memberikan hak suara dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Selasa (7/4). Simulasi tersebut untuk melihat sejauh mana penerapan Pilkada sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015 sekaligus sebagai persiapan untuk Pilkada yang akan digelar pada Desember mendatang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/mes/15.
Seorang warga mencelupkan jarinya ke tinta usai memberikan hak suara dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Selasa (7/4). Simulasi tersebut untuk melihat sejauh mana penerapan Pilkada sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015 sekaligus sebagai persiapan untuk Pilkada yang akan digelar pada Desember mendatang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/mes/15.

INVENTORI.CO.ID – Mengakhiri kalender bulan kemerdekaan Agustus, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggulirkan program penyambutan pemilihan kepala daerah yang akan diselenggarakan secara serentak pada 9 Desember mendatang. Program tersebut bernama Pilada Pilkada Berintegritas 2015 dengan tajuk berkutip “Pilih yang Jujur”.

Program hasil kerja sama KPK dengan Program ini merupakan kerja sama KPK dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ini berupaya mengajak rakyat di daerah untuk melek mengawasi calon pemimpin yang amanah sekaligus jujur.  Sebab, peran kepala daerah sebagai motor penggerak pembangunan masa depan daerah tersebut.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja merasa upaya memilih calon kepala daerah yang punya integritas amat penting sebab penyelenggaraan pilkada diancam dengan berbagai macam bentuk kecurangan maupun tindak pidana korupsi. “Para kepala daerah nantinya sangat berperan besar dalam menentukan apakah daerah yang dipimpinnya, bisa semakin maju atau mengalami kemunduran. Apakah proses pemberantasan korupsi di daerah mengalami akselerasi atau kemandekan,” ujar Adnan saat memberikan sambutan di sela-sela peluncuran Program Pilkada Berintegritas 2015.

Program ini akan diikuti dengan sistem sosialisai secara marathin mendatangi daerah yang akan menyelenggarakan pilkada. KPK sendiri memilih sembilan provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Serta dua kota/kabupaten yang akan didatangi yakni Kota Surabaya dan Kabupaten Bandung.

Dari rilis data yang dikeluarkan KPK, sejauh ini ada 61 kasus korupsi yang menjerat sejumlah kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Karenanya, masyarakat harus memilih dengan integritas supaya calon terpilih juga orang yang berintegritas sebagai pemimpin,” seru Adnan.

Selain itu, KPK juga meminta para calon kepala daerah berfokus menciptakan visi, misi serta program kerja bagi kemajuan bagi daerahnya. Para calon juga diminta membuat program kampanye yang berkualitas juga berupaya tak menggelontorkan isu SARA demi menjaga kerukunan. Adnan pun menghimba partai politik menghadirkan calon berkualitas dengan rekam jejak yang jelas dan tanpa mahar politik. (Majalah Inventori Edisi Keempat)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.