Eksotisme di Ujung Barat Indonesia

Wisata Bawah Laut Pulau Weh
Wisata Bawah Laut Pulau Weh

Maret lalu, Presiden Joko Widodo mendeklarasikan Gerakan Nasional ‘Ayo Kerja’ di Kota Sabang, Pulau Weh, Aceh. “Hari ini saya berdiri tepat di titik nol kilometer Indonesia, titik ujung barat Indonesia. Dari titik ini, saya ingin mengajak kita semua untuk membayangkan kembali Indonesia. Gerakan Nasional 70 Tahun Kemerdekaan RI saya canangkan tepat di sini, di kota Sabang, dan akan berakhir di Merauke, ujung timur Indonesia pada waktu berikutnya,” sebutnya kala itu.

Sabang, memang ikon bermulanya Indonesia, di tepi paling Barat kedua, karena sebenarnya yang paling ujung masih ada Pulau Rondo. Kota ini berada di Pulau Weh yang bisa dicapai lewat kapal lau dari Banda Aceh, atau lewat Bandara Maimun Saleh. Menariknya, di tempat ini masih menyimpan berbagai eksotisme mengundang adrenalin wisatawan dari penjuru dunia.

Salah satu keunikan kota tingkat II ini yakni tanpa lampu traffic light. Kemacetan di daerah ini menjadi hal yang jarang ditemui. Bahkan kendaraan bebas parkir di pinggir jalan tanpa takut menimbulkan kemacetan atau takut dicuri. Daerah ini terbilang aman, dengan udara segar, pantai yang alami dan penuh pesona serta pemandangan alam yang membuat decak kagum. Wajar bila daerah ini termasuk dalam satu di antara 14 destinasi terbaik di Indonesia.

Ada beberapa tempat wisata yang bisa ditemui. Berikut lima destinasi yang bisa Anda kunjungi pada daerah ini:

  1. Tugu Nol Kilometer 

Berjarak sekitar 30 km dari Kota Sabang atau ditempuh dengan waktu 40 menit dengan berkendaraan motor atau mobil. Tugu Nol Kilometer RI atau biasa disebut Monumen Kilometer Nol berada di areal Hutan Wisata Sabang di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya.

foto dari : photobucket.com
foto dari : photobucket.com

Tugu kilometer Nol sendiri merupakan bangunan setinggi 22,5 meter dengan bentuk lingkaran berjeruji. Bagian tugu dicat putih dan bagian atas lingkaran menyempit seperti mata bor. Puncak tugu ini terdapat patung burung Garuda menggenggam angka nol dilengkapi prasasti marmer hitam yang menunjukkan posisi geografisnya, yakni sebagai penanda geografis ujung barat Indonesia sebagai simbol bermulanya perekat Nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua.

Bila Anda mendatangi tempat ini, maka akan mendapat sertifikat dari agen penjalanan resmi mana pun di Sabang sebagai bukti pernah berdiri di titik nol kilometer Indonesia. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri sebagai bangsa Indonesia untuk menginjakkan kaki di sini.

  1. Pantai Iboih

Dari Monumen Kilometer Nol, sekitar 5 km terpampang pantai eksotis di desa Iboih. Di daerah ini sebanernya dua pantai yaitu Pantai Teupin Layeu dan Pantai Teupin Sirkui namun wisatawan lebih senang menyebutnya dengan Pantai Iboih. Pantai Teupin Layeu ini merupakan pantai dengan pasir putih sedangkan Pantai Teupin Sirkui merupakan pantai berkarang.

Air bening di Pantai Iboh foto : indomultimedia.net
Air bening di Pantai Iboh foto : indomultimedia.net

Yang bikin menyegarkan adalah air laut daerah ini begitu jernih. Namun, puncak keindahan sebenarnya berada di bawah laut. Saat berenang, baik snorkeling atau diving, bila beruntung Anda akan ditemani dengan beberapa anak hiu pada kedalaman 2-3 meter. Tak perlu takut, hanya memastikan tak ada darah di sekitar tubuh, maka penyelam akan aman. Di pantai ini ada banyak titik penyelaman, sehingga mungkin tak cukup sehari untuk menikmati isi bawah airnya. Sebab, di bawah laut ternyata juga ada gunung berapi yang menawarkan beragam keindahannya.

  1. Pantai Gapang
 foto :nusatravel.com
foto :nusatravel.com

Tak kauh dari Pantai Iboih, tebentang Pantai Gapang. Disebut Pantai Gapang karena di pantai ini terdapat banyak pohon-pohon besar yang berdiri tepat di bibir pantai, yakni pohon Gapang yang membuat keteduhan. Di tempat ini pantainya berpasir putih menawarkan ketakjuban alam. Dan, pengunjung bisa menikmati keindahan Pantai gapang ini dengan menggunakan perahu mengitari kawasan pulau yang masih amat alami.

  1. Air Terjun Pria Laot

Terletak 12 km dari pusat kota Sabang, bisa dibilang tempat ini sebagai spa alam. Air terjun ini berhulu dari Gunung Saung Keris dan berada di tengah hutan dengan aliran air yang bertingkat. Sebagian airnya juga bersumber dari danau Anak Laut yang dialirkan melalui sungai Pria Laot lanats tumpah pada air terjun ini.

Air Terjun Pria LaotLokasi Air terjun yang berada dalam hutan memberikan kesempatan Anda untuk menyaksikan beragam fauna liar seperti biawak laut. Sementara pada bagian bawah air terjun terdapat kolam penampungan yang dapat digunakan untuk berenang lewat sensasi terapi. Sebab, saat masuk berendam, tubuh akan digelitik oleh sentuhan ikan-ikan Garra Rufa, yang oleh penduduk setempat disebut ikan bulan. Ikan ini ternyata membuang sel-sel mati terutama pada bagian telapak kaki. Enzim dari mulutnya bisa membuat kulit kian lembut. Selain itu, sentuhan ikan ini bisa memperlancar darah serta menstimulasi titik-titik akupuntur, menghilangkan rasa pegal.

  1. Pantai Anoi Itam

Untuk dapat menikmati keindahan pantai ini, kita bisa menjelajah dengan bersepeda motor dari Kota Sabang, menyusuri jalur timur, melintasi Pantai Sumur Tiga. Sepanjang perjalanan menyusuri jalan yang menanjak dan menurun melewati daerah perbukitan. Bila menaiki bukit, Anda akan disuguhi pemandangan dari bentangan Samudra Hindia dan angkuhnya gunung Seulawah berdiri.

foto : detik.com
foto : detik.com

Keunikan Pantai Anoi Itam yakni pantai berpasir hitam sebagai ciri khas seperti pasir vulkanis yang butirannya terbilang besar.Bila berjalan di atas pasir tanpa alas kaki juga bisa memberikan terapi kesehatan tubuh. Di dekat pantai ini pun masih berdiri benteng peninggalan Jepang. (Nap/dari berbagai sumber)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.