Dana Desa Cepat Melesat

JAKARTA – INVENTORI.CO.ID – Di tengah isu kesulitan perkonomian dalam negeri, maupun isu global soal adanya aksi shutdown di Negeri Paman Sam, namun pembangunan buat desa ternyata tak terganggu. Tahun ini, proses pencairan dana desa dicepat dan dipermudah. Hingga bulan ini sudah bisa langsungcair, meski belum seluruhnya.

Pemerintah tampaknya serius mempermudah proses pencairan dana desa, sehingga para lurah dapat menerima dana tersebut pada Januari, atau lebih cepat dari beberapa tahun sebelumnya pada awal Maret.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, memastikan hal ini. Baginya, kebijakan populis itu diberlakukan agar dana desa benar-benar memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan kawasan perdesaan. “Jika sebelumnya proses pencairan baru bisa dilakukan paling awal Maret, mulai tahun ini kepala desa sudah bisa menerima dana desa pada Januari,” katanya, Selasa (23/1/2018).

Terlebih, dalam situs resmi Kemendes PDTT, lanjutnya, juga sudah diinformasikan syarat pencairan dana desa juga dipermudah, yakni laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa yang harus diserahkan oleh pemerintah desa dibuat lebih mudah. “Kami sudah melakukan evaluasi dari tahun lalu, dan untuk tahun ini ada perubahan bentuk yang lebih mempermudah pencairan dana desa. Kalau tahun lalu baru bisa cair pada Maret, Agustus atau Desember, untuk tahun ini Januari sudah bisa dicairkan,” ujarnya.

Eko juga meyakinkan kalau dalam mempermudah pencairan dana desa merupakan komitmen pemerintah agar warga desa benar-benar mendapatkan manfaat dari dana desa tersebut. Ia meyakini, dana desa bakal disalurkan melalui tiga tahap yakni Januari, Maret, dan Juli. Nantinya dana desa akan dicairkan secara bertahap, pada Januari sebanyak 20%, Maret 40% dan Juli sebanyak 40%.

“Dana desa harus sebisa mungkin digunakan untuk kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu jangan pernah gunakan kontraktor untuk mengerjakan proyek yang bersumber dari dana desa,” sebutnya.

Eko sebelumnya menjelaskan, penyerapan dana desa pada 2017 mencapai 98,47% dari total dana desa Rp60 triliun. Rasio itu meningkat dibandingkan dengan 2016 yang 97% dari Rp46,98 triliun. “Pada 2015 dana desa diberikan Rp20,67 triliun, hanya terserap 82%. Pada 2016 meningkat, terserap 97% lebih. Tahun lalu, walau sistemnya diperketat oleh Kementerian Keuangan, bisa naik menjadi 98,47%,” ujarnya.

Lalu soal porsi anggaran. Eko memastikan kalau jumlahnya tahun ini sama dengan tahun lalu; sebesar Rp60 triliun. Namun, formulasi pembagiannya sedikit berubah, sejalan dengan bertambahnya jumlah desa dari 74.910 desa pada 2017 menjadi.74.954 pada 2018. (Nap/Ant)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.